web analytics
  

Musim Hujan, Waspada Pabrik 'Nakal' di Dayeuhkolot

Selasa, 28 Januari 2020 18:50 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Bandung, Musim Hujan, Waspada Pabrik 'Nakal' di Dayeuhkolot, Pabrik Buang Limbah, Pabrik Nakal, DPRD Kabupaten Bandung,

Ilustrasi pabrik buang limbah. (istimewa)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Toni Permana, meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Bandung untuk mewaspadai secara ekstra pabrik di sekitar Dayeuhkolot saat musim hujan seperti sekarang.

Toni mengatakan musim hujan seperti sekarang, terindikasi sebagian industri di Kecamatan Dayeuhkolot berbuat nakal. Terlebih, IPAL terpadu sedang tidak beroperasi karena terendam banjir.

"Sudah rahasia umum, ada atau tidak IPAL terpadu, banyak perusahaan nakal mengeluarkan limbah cair secara langsung tanpa diolah," tutur Toni, Selasa (28/1/2020).

AYO BACA : IPAL di Dayeuhkolot Sering Kebanjiran, Pemkab Bandung Berencana Bangun IPAL Baru

Dijelaskannya oknum perusahaan berbuat nakal dengan memanfaatkan hujan yang kerap berujung banjir. Air hujan dijadikan kamuflase untuk membuang limbah cair tanpa diolah.

"Kalau dialirkan ke IPAL terpadu, mereka kan harus bayar berdasarkan volume limbah. Untuk mengurangi volume besar, saat hujan turun, limbahnya dikeluarkan. Bisa dibuktikan di sekitaran Dayeuhkolot sering banjir cileuncang dengan warna hitam, kadang merah, suhunya juga hangat," paparnya.

Dengan kondisi tersebut, seharusnya DLHK Kabupaten Bandung bisa melakukan penelusuran perusahaan mana yang membuang limbah secara langsung tanpa diolah.

AYO BACA : Hujan Jangan Dijadikan Kesempatan Buang Limbah

"Kalau mau serius menangani pencemaran, sekarang waktunya. Saat banjir atau tengah malam, lihat ke lapangan," katanya.

Toni melanjutkan, DLHK Kabupaten Bandung kerap mengeluhkan kurangnya sumber daya manusia. Namun hal tersebut bisa diatasi dengan mengerahkan potensi yang ada.

"Kan katanya DLHK punya Badega Lingkungan. Tinggal maksimalkan saja untuk memonitoring lapangan. Bila perlu bentuk satgas anti limbah, anggarannya usulkan," ujarnya.

Terlebih DLHK Kabupaten Bandung memiliki laboratorium penguji limbah yang bagus. Fasilitas ini kata Toni bisa dimaksimalkan untuk menindak industri nakal.

AYO BACA : Pabrik di KBB Buang Limbah Malam Hari

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers