web analytics
  

Promosikan Sup Kelelawar, Presenter Cina Ini Minta Maaf Usai Corona Menyebar

Selasa, 28 Januari 2020 09:58 WIB
Umum - Internasional, Promosikan Sup Kelelawar, Presenter Cina Ini Minta Maaf Usai Corona Menyebar, Virus Corona Cina, penyebaran virus corona, bahaya virus corona, pneumonia, wabah penyakit cina, sup kelelawar, presenter cina

Presenter Cina yang mengatakan daging kelelawar enak. (YouTube/Bell Nathaniel Sanchez)

BEIJING, AYOBANDUNG.COM -- Wang Mengyun, pembawa acara program travel internasional asal Cina menyampaikan permohonan maaf seusai video dirinya memakan sup kelelawar membuat geger, seiring dengan mewabahnya virus corona.

Wang melalui tulisan di microblog pribadinya mengaku tidak mengetahui kelelawar menyebabkan virus corona yang kini memicu kekhawatiran dunia.

Dilansir dari South China Morning Post, Selasa (28/1/2020), wanita itu mengaku video dirinya makan sup kelelawar merupakan rekaman pada 2016. Tapi, video itu baru diunggah belum lama ini.

AYO BACA : Masker Bisa Mencegah Infeksi Virus Corona?

"Ketika merekam video itu, aku tidak menyadari ada virus. Aku baru tahu akhir-akhir ini," ungkapnya.

Ia mengatakan, video makan sup kelelawar itu diabadikan di Palau, kepulauan di sebelah barat Pasifik sekira tiga tahun lalu. Saat itu, dirinya menjalani syuting acara wisata dan mencoba hidangan lokal termasuk sup kelelawar.

Terkait hal itu, Wang pun mengungkap penyesalannya setelah mempromosikan sup kelelawar sebagai makanan lezat. Padahal, saat itu, wabah virus corona telah menewaskan puluhan orang.

AYO BACA : Cina Bangun Rumah Sakit Khusus Pasien Corona, Selesai dalam 6 Hari

Sebelumnya, dalam video yang beredar, Wang dan seorang wanita Cina menikmati sup kelelawar sambil tersenyum ke hadapan kamera. "Rasanya segar, seperti daging ayam," kata Wang.

Dalam tulisannya yang diunggah pekan lalu, Wang juga menyebutkan hanya ingin memperkenalkan budaya lokal.

"Aku sungguh tidak paham, kalau kelelawar menyebabkan virus. Aku benar-benar tidak mengecek informasi atau menjelaskan jika itu (sup kelelawar) berbahaya," lanjutnya.

Video Wang makan sup kelelawar seketika memantik amarah warganet. Sebagian besar dari mereka mengatakan semestinya Wang menyadari sifat mematikan dari kelelawar itu.

Apalagi dugaan spesies eksotik tersebut menyebabkan wabah SARS yang menewaskan 774 orang di seluruh dunia pada 2003 lalu. Video itupun saat ini telah dihapus meski jejaknya terlanjur beredar dan dibagikan akun-akun lainnya di media sosial.

AYO BACA : Ramai Virus Corona, Amankah Terima Kiriman Paket dari Cina?

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

RESMI: Google dan Facebook Wajib Bayar Media untuk Konten Berita, Kapa...

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 16:55 WIB

Bisakah undang-undang yang telah resmi di Australia ini diberlakukan di Indonesia?

Umum - Internasional, RESMI: Google dan Facebook Wajib Bayar Media untuk Konten Berita, Kapan di Indonesia?, facebook,Google,Media,Konten Berita

Ratusan Warga Etiopia Diduga Telah Dibunuh oleh Tentara Eritrea

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 14:50 WIB

Pembunuhan yang telah berlangsung pada 28 dan 29 November 2020.

Umum - Internasional, Ratusan Warga Etiopia Diduga Telah Dibunuh oleh Tentara Eritrea, Pembunuhan Massal,Etiopia

Ganja Berpeluang Dilegalkan di Maroko

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 14:16 WIB

Saat ini, Maroko sebetulnya masih melarang keras produksi dan pemakaian ganja.

Umum - Internasional, Ganja Berpeluang Dilegalkan di Maroko, Ganja,Legal,Maroko,keperluan medis,terapeutik

China Dianggap Telah Lakukan Genosida Muslim Uighur

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 13:46 WIB

Aktivis dan pakar hak asasi manusia mengatakan setidaknya satu juta Muslim ditahan di kamp-kamp di wilayah barat terpenc...

Umum - Internasional, China Dianggap Telah Lakukan Genosida Muslim Uighur, Muslim Uighur,China

Bukan Tanda Kiamat, Turun Salju di Arab Saudi Hanya Hal Normal

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 11:45 WIB

Karena wilayah Utara, yang merupakan lokasi Kota Tabuk, sudah terbiasa turun salju.

Umum - Internasional, Bukan Tanda Kiamat, Turun Salju di Arab Saudi Hanya Hal Normal, salju,Arab Saudi

Malaysia Pulangkan Warga Myanmar saat Kudeta Militer, EU dan AS Kecewa

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 11:25 WIB

Malaysia pada Selasa (23/2/2021) mengirim 1.086 warga Myanmar kembali pulang dengan ke tiga kapal angkatan laut yang dik...

Umum - Internasional, Malaysia Pulangkan Warga Myanmar saat Kudeta Militer, EU dan AS Kecewa, Myanmar,Kudeta Militer,Malayasia,Uni Eropa (UE),Amerika Serikat

Kisah Pilu PSK Jual Bayi untuk Modal Bisnis Miras

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 10:04 WIB

Seorang PSK di Negara Bagian Ebonyi, Nigeria berniat menjual bayinya yang berusia 4 bulan untuk modal bisnis bir. Karena...

Umum - Internasional, Kisah Pilu PSK Jual Bayi untuk Modal Bisnis Miras, PSK,Bayi dijual,Jual Bayi,Bayi PSK,Kisah PSK,Kisah pilu PSK

Heboh Salju Turun di Tabuk Arab Saudi, Pertanda Kiamat?

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 09:27 WIB

Jagat media sosial diramaikan dengan salju yang turun di wilayah Tabuk, Arab Saudi belum lama ini. 

Umum - Internasional, Heboh Salju Turun di Tabuk Arab Saudi, Pertanda Kiamat?, Salju arab,hujan salju arab saudi,salju tabuk arab,tanda kiamat salju di arab,salju,Tanda kiamat,kiamat
dewanpers