web analytics
  

Kisah Anak Ditinggal Orang Tua di Bandara Setelah Diduga Terjangkit Corona

Minggu, 26 Januari 2020 19:58 WIB
Umum - Internasional, Kisah Anak Ditinggal Orang Tua di Bandara Setelah Diduga Terjangkit Corona, virus corona, bahaya virus corona, virus corona cina, Vaksin pneumokokus, korban tewas virus corona

Diduga terkena virus corona, orang tua tinggalkan anak di bandara(Weibo/Bu Xiu Zxp)

BEIJING, AYOBANDUNG.COM -- Sepasang suami istri di Cina tega meninggalkan dua anaknya karena diduga terjangkit virus corona. Salah satu dari dua anak itu demam dan tidak diperbolehkan petugas bandara untuk ikut terbang.

Keputusan ini juga membuat heran petugas maskapai penerbangan dan penumpang lainnya. Dilaporkan Dailymail, Jumat (24/1/2020), peristiwa ini terungkap dari unggahan foto dari seorang blogger di Weibo, media sosial Cina yang mirip Twitter.

Warganet itu mengklaim sepasang suami istri itu membuat keributan di Bandara Internasional Lukou, Nanjing, Provinsi Jiangsu, Cina setelah salah satu dari anak-anaknya dilarang naik pesawat karena demam.

Salah satu gambar yang diunggah oleh pengguna Weibo tersebut menunjukkan dua anak duduk di kursi boarding lounge tanpa pengawasan. Gambar lainnya memperlihatkan penumpang menunggu di gerbang keberangkatan.

Menurut media setempat, Yangzi Evening News, insiden itu terjadi pada Rabu (22/1/2020) malam di Bandara Internasional Lukou. Keluarga itu terbang dari Nanjing ke Changsha dengan penerbangan MF8040 naik Xiamen Airlines.

Seorang penumpang yang menyaksikan kejadian itu mengatakan kepada Yangzi Evening News, "Sepertinya suhu tubuh bocah itu 38,5 derajat Celcius".

"Maskapai penerbangan tidak mengizinkan (bocah itu) naik ke pesawat, tetapi orang tua anak-anak tidak setuju," imbuhnya.

Diduga pasangan itu memblokir gerbang keberangkatan, dan bersikeras agar petugas membiarkan anak mereka nasik pesawat. Keributan berlangsung selama hampir dua jam dan petugas polisi datang untuk menengahi.

"Akhirnya, petugas membiarkan orang dewasa naik ke pesawat, sementara anak-anak hanya dibiarkan tinggal di bandara sendirian," kata penumpang itu.

Otoritas bandara kemudian memberi klarifikasi ke media bahwa anak-anak itu diizinkan naik pesawat. Mereka mengatur tempat duduk anak-anak ini di depan kabin.

Sementara itu, para penumpang lain khawatir terbang bersama dengan bocah yang demam itu.

Penerbangan dua jam itu ditunda selama lebih dari tiga jam. Pesawat akhirnya lepas landas pada pukul 1:12 pagi hari Rabu, menurut keterangan pihak bandara.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers