web analytics
  

4 Shio Diramal Sial Tahun Ini, Buang Hewan Jadi Cara Tolak Bala

Sabtu, 25 Januari 2020 08:58 WIB Erika Lia
Umum - Regional, 4 Shio Diramal Sial Tahun Ini, Buang Hewan Jadi Cara Tolak Bala, 4, Shio, imlek 2020, tolak bala, shio kelinci, shio tikus, buang kura-kura, Tolak Bala,

[Ilustrasi] Warga keturunan Tionghoa melaksanakan sembahyang di Vihara Dharma Ramsi, Jalan Cibadak, Gang Ibu Aisyah, Kota Bandung, Sabtu (25/1/2019). Sembahyang dan memanjatkan doa untuk mengharapkan hidup yang lebih baik ini dalam rangka menyambut tahun baru Imlek 2571. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

PEKALIPAN, AYOCIREBON.COM -- Dalam astrologi Tiongkok yang mengenal 12 shio, tahun ini disebut sebagai Tahun Tikus Logam.  Berdasarkan ramalan, diketahui ada 4 shio yang peruntungannya tak bagus di tahun Imlek 2571 ini.

Selain tikus, 3 shio lain dianggap berlawanan masing-masing kuda, ayam, dan kelinci.

"Menurut feng shui, yang lahir di tahun (shio) tikus, kelinci, ayam, dan kuda, dalam bahasa kita (Tionghoa) harus dikias," ungkap Sekretaris Vihara Pemancar Keselamatan, Kota Cirebon, Samsul Liem kepada Ayocirebon.com.

Kias, terangnya, lebih seperti sembahyang atau doa sebagai tolak bala atau buang sial. Sembahyang bisa dilakukan di vihara atau klenteng.

AYO BACA : Selain Gong Xi Fa Chai, Ini 10 Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2020

Selain berdoa di rumah ibadah, biasanya warga Tionghoa juga membuang hewan tertentu ke sungai atau laut. Hewan yang dilepaskan di antaranya burung, ikan lele, belut, hingga kura-kura.

"Untuk shio yang berlawanan (sial) harus sembahyang buang sial, kadang buang ikan ke danau atau belut ke sungai. Di luar keempat shio itu, shio lain diramalkan baik tahun ini," katanya.

Namun, dia mengingatkan, ramalan ini hanyalah bagi yang masih percaya. Samsul sendiri memilih berdoa agar semua orang dijauhkan dari hal buruk.

Seorang warga Tionghoa lain di Kota Cirebon, Indra Gunawan, mengaku tak khawatir dengan ramalan itu. Indra yang diketahui bershio tikus meyakini setiap hasil dipengaruhi amalan.

AYO BACA : Mengapa Imlek Identik dengan Warna Merah?

"Saya enggak khawatir (dengan ramalan), kita doa saja. Apapun yang kita terima tahun ini, ya itu tergantung amalan masing-masing," tuturnya.

Indra yang seorang mualaf ini mengakui, melaksanakan salat dan sedekah diyakini bisa meningkatkan amalan. Dengan begitu, ramalan seburuk apapun diyakini bisa ditanggulangi.

Pemerhati budaya Tionghoa Cirebon Indrawati menyebutkan, tak sedikit orang yang sudah tak mempercayai ramalan. Di sisi lain, masih ada pula yang meyakininya.

"Masih ada yang percaya, ada pula yang tidak percaya. Yang masih percaya bisanya membuang hewan tertentu ke laut, sebenarnya maknanya membebaskan hewan-hewan itu kembali ke alamnya," paparnya.

Bagi warga Tionghoa yang berusia di atas 70 tahun, kura-kura menjadi pilihan hewan yang harus dilepaskan ke laut sebagai upaya tolak bala. Di bawah usia itu, rerata melepaskan belut atau ikan lele ke sungai atau kali.

AYO BACA : Meriahkan Imlek, Yuk Intip Tutorial Make-up Oriental Look

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers