web analytics
  

Jelang Imlek, Pemkot Cirebon Gelar Operasi Pasar Murah

Jumat, 24 Januari 2020 14:14 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Jelang Imlek, Pemkot Cirebon Gelar Operasi Pasar Murah, imlek, hujan saat imlek, imlek hujan, pembawa keberuntungan imlek, pasar murah cirebon, pasar murah imlek, pemkot cirebon

Jelang Imlek, digelar operasi pasar murah di sekitar Vihara Pemancar Keselamatan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. (istimewa)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Sehari menjelang Tahun Baru Cina (Imlek), otoritas di Kota Cirebon menggelar operasi pasar murah di dua titik yang berdekatan dengan rumah ibadah.

Operasi pasar dilaksanakan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Cirebon bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) dan Bulog Cirebon, sebagai upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok yang naik menjelang hari besar.

Operasi pasar dilaksanakan sehari ini, Jumat (24/1/2020), masing-masing di Vihara Pemancar Keselamatan (Boen San Tong) di areal Pasar Kanoman, Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, dan Vihara Dewi Welas Asih di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk.

AYO BACA : Imlek 2020, Catat 5 Lokasi Pertunjukan Barongsai di Bandung

Gula pasir diketahui menjadi salah satu bahan pokok yang mengalami kenaikan harga. Meski begitu, kenaikan tidaklah besar, dari sebelumnya Rp13.000/kg kini menjadi Rp13.500/kg.

Selain gula pasir, dalam operasi pasar itu dijual pula bahan pokok lain dengan harga di bawah harga pasar, di antaranya beras, minyak goreng, dan tepung terigu.

Gula pasir, misalnya, dalam operasi pasar dijual Rp12.000/kg, tepung terigu Rp6.500 dan Rp9.000/kg, minyak goreng Rp11.000/liter, dan beras Rp10.500/kg.

AYO BACA : Hujan Saat Imlek Bawa Keberuntungan, Benarkah?

Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPwBI Cirebon, Sudono mengatakan, operasi pasar murah dilaksanakan hanya satu hari. Khusus gula pasir, pembelian dibatasi hanya 2 kg untuk setiap konsumen.

"Menjelang hari raya atau hari besar, seperti Imlek ini, harga-harga kebutuhan pokok naik," ungkapnya di sela operasi pasar.

Peningkatan konsumsi masyarakat dinilai sebagai pemicu kenaikan harga. Peningkatan tersebut tak jarang tanpa dibarengi ketersediaan stok yang mencukupi atau momennya bersamaan dengan masa tanam.

Dia meyakinkan, upaya untuk mengontrol harga kebutuhan pokok akan terus dilakukan pihaknya. Dengan begitu, diharapkan kenaikan tak terlalu besar hingga memberatkan masyarakat.

"Kami upayakan masyarakat dapat menjangkaunya agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari," janjinya.

Tak hanya menjual bahan pokok di bawah harga pasar, dalam kesempatan itu dilaksanakan pula penukaran uang baru. Kegiatan ditambah pula sosialisasi untuk mengenali dan menjaga uang Rupiah asli serta modus-modus peredaran uang palsu.

AYO BACA : Kapolri: Seluruh Kapolda Sudah Bentuk Satgas Pengamanan Imlek

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers