web analytics
  

Menikmati Taman Kuning di Kebun Raya Kuningan

Jumat, 24 Januari 2020 06:11 WIB Erika Lia
Gaya Hidup - Wisata, Menikmati Taman Kuning di Kebun Raya Kuningan, Taman Kuning, Wisata Kuningan, Kebun Raya Kuningan, Kuningan hari ini, ayocirebon, berita kuningan

Taman Kuning yang ditumbuhi tetumbuhan berwarna kuning jadi salah satu zona di areal Kebun Raya Kuningan (KRK). (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM -- Tumbuh-tumbuhan berwarna kuning mendominasi Taman Kuning di area Kebun Raya Kuningan (KRK) di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

Terletak di ketinggian, panorama Taman Kuning telah menjadi magnet bagi para pencari kenyamanan, sampai pemburu objek foto yang instagramable.

Beragam tanaman berwarna kuning di antara kehijauan daun akan menyapa selama Anda di sini. Bebatuan vulkanik tampak menyembul di antaranya, seperti mencoba menarik dominasi tumbuhan.

Di atas sebuah batu di salah satu sudut taman, terdapat keterangan singkat ihwal Taman Kuning. Sesuai namanya, taman ini merupakan taman tematik yang mengoleksi tetumbuhan berwarna kuning.

Taman-Kuning-KRK2

Taman Kuning yang ditumbuhi tetumbuhan berwarna kuning jadi salah satu zona di areal Kebun Raya Kuningan (KRK). (Ayocirebon.com/Erika Lia)

Dengan luas sekitar 4,4 ha, taman yang dibangun pada 2014 ini mengoleksi dua kelompok besar tanaman. Pengelompokan didasarkan habitusnya, yakni Taman Koleksi Semak Kuning dan Taman Koleksi Pohon Kuning.

Taman Koleksi Semak Kuning, di antaranya Lantana Camara atau tanaman Tahi Ayam (Sailara atau Tembelekan) dari Amerika Tengah dan Selatan, juga Ochna Kirkii atau semak-semak mata burung (tanaman Mickey Mouse) dari hutan tropis Afrika dan Asia.

Sementara, Taman Koleksi Pohon Kuning, di antaranya Cassia Leptophylla atau disebut pula pohon medali emas dari Brasil, maupun Senna Suratensis yang berbunga kuning.

"Taman Kuning merupakan salah satu zona koleksi yang ditanami tanaman berbunga kuning," terang Kepala UPTD KRK, Asep Zulkarnaen kepada Ayocirebon.com, Kamis (23/1/2020).

Zona ini diluncurkan bersama dengan dinyatakannya sebagai bagian dari KRK pada 25 November 2015. Di KRK, total terdapat sembilan zona dengan luas keseluruhan sekitar 160 hektare.

"Sejauh ini sudah ada empat taman tematik yang dibangun di areal KRK," ujarnya.

Selain Taman Kuning, tiga taman lain masing-masing taman tematik tanaman bebatuan, taman tematik tanaman bambu, dan taman tematik tanaman mangga.
Di luar itu, ada pula dua taman bioregion, yakni taman tematik tanaman tipikal Ciremai dan taman tematik tanaman tipikal Jawa Barat.

"Juga ada beberapa tematik berdasarkan taksonomi," tambahnya.

Dia menyebutkan, dalam sehari 100 orang berkunjung kemari. Jumlahnya meningkat kala akhir pekan maupun hari  libur nasional

Selain menawarkan pemandangan indah yang menyejukkan mata dan melapangkan dada, pengunjung juga bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di sini, di antaranya view deck, guest house, trek untuk berjalan, gazebo, air mancur, dan lainnya.

Salah satu tips buat Anda yang ingin melihat lansekap dari ketinggian, cobalah naik puncak Taman Kuning. Di puncak yang dihiasi patung kuda itu, sejauh mata memandang, Anda bisa melihat kehijauan hutan hingga Pantai Utara di garis cakrawala.

"View deck menjadi salah satu yang menarik di sini, selain luasan area, sebaran batu vulkanik, dan kesegaran alamnya," tutur Asep.

Rencananya, tahun ini otoritas setempat akan melakukan sejumlah pengembangan. Selain penataan Situ Padabeunghar, akan dibangun pula taman labirin batu dan penataan pada sungai.

"Pembangunan Taman Tematik Bougenville, farmakologi, aromatika juga menjadi salah satu rencana pembangunan pada 2020," ungkapnya.

Untuk menuju kemari, Anda memang harus melalui jalan yang berliku. Sepanjang jalan, beberapa objek wisata juga akan membujuk Anda untuk datang.

Namun, bila meneruskan perjalanan, Anda akan menemukan Kebun Raya Kuningan di ujungnya. Tiket masuk ke KRK tergolong murah dan sudah termasuk asuransi.

Bagi pengunjung anak-anak hanya dikenai Rp4.000 dan dewasa Rp6.000. Tiket masuk juga berlaku untuk kendaraan yang digunakan, masing-masing sepeda motor Rp3.000, mobil Rp6.000, dan bis/truk Rp11.000.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers