web analytics
  

Sidang Demo Mahasiswa di Cianjur, Keluarga Korban Ingin Pelaku Dihukum Berat

Rabu, 22 Januari 2020 20:43 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Sidang Demo Mahasiswa di Cianjur, Keluarga Korban Ingin Pelaku Dihukum Berat, Sidang Perdana, Demo Mahasiswa di Cianjur, Polisi Tewas Terbakar,

Sidang perdana meninggalnya Inspektur Dua Erwin Yuda Wildani dalam aksi unjuk rasa mahasiswa. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Isak tangis dari keluarga lima terdakwa maupun korban pada sidang perdana meninggalnya Inspektur Dua Erwin Yuda Wildani dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di depan kantor Pemerintah Kabupaten Cianjur, di ruang Tirta Pengadilan Negeri Cianjur, Rabu (22/1/2020).

Tangis keluarga kelima terdakwa pecah saat para terdakwa dibawa ke ruang sidang, mereka hanya bisa menangis meratapi nasib anak mereka yang ikut unjuk rasa harus berakhir di meja hijau.

Keluarga korban yang dihadiri istri, anak dan kerabatnya terlihat raut wajah kesedihan karena suaminya harus meninggal dengan cara yang tragis saat menjalankan tugasnya melakukan pengamanan unjuk rasa saat itu.

AYO BACA : Demo Mahasiswa di Cianjur, Sejumlah Polisi Terbakar

Sidang dipimpin oleh Hakim Glorious Anggundoro (ketua), Patti Arimbi, dan Dicky Wahyudi dengan agenda sidang pembacaan dakwaan dan eksepsi untuk kelima terdakwa, (AB, RS, MF, HR dan ReS).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Slamet Santosa mengatakan dakwaan menggunakan pasal 214 dengan ancaman kurungan 12 tahun, sedangkan untuk pasal 170 ayat (2) ancamannnya 9 tahun. 

"Didakwa masing-masing peran, yang paling berat pasal 214," ungkap Slamet dihadapan wartawan usai sidang.

AYO BACA : 15 Mahasiswa Diamankan Terkait Unjuk Rasa Memakan Korban Polisi

Iwan Permana, kuasa hukum kelima terdakwa menyatakan keberatan dengan pasal yang didakwakan. Seharusnya pasal yang digunakan terberat saja, tidak berlapis.

“JPU harusnya fokus saja pada pasal yang memberatkan, tidak berlapis atau dikomulatifkan seperti itu,” tegasnya.

Pada sidang selanjutnya, Iwan akan mengajukan permohonan agar terdakwa tidak ditahan, karena sepengetahuannya dalam dakwaan tidak disebutkan ada unsur perencanaan. “Mudah-mudahan bisa dikabulkan,” tuturnya.

Sementara itu keluarga korban yang diwakili putranya, Erik Yuda Saputra (23) meminta majelis hakim memberikan hukuman seberat-beratnya kepada kelim terdakwa.

“Atas perbuatan mereka, saya berharap bsia dihukum seberat-beratnya,” pintanya saat dihubungi melalui telepon selulernya.

AYO BACA : Polisi Selidiki Motif Pelemparan Bensin yang Sebabkan Polisi Cianjur Terbakar

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers