web analytics
  

Sri Mulyani: Undang-undang Pasar Modal Sangat Kuno

Rabu, 22 Januari 2020 17:12 WIB
Bisnis - Finansial, Sri Mulyani: Undang-undang Pasar Modal Sangat Kuno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Undang-undang Pasar Modal, Bursa Efek Indonesia,

Ilustrasi pasar modal. (istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai saat ini banyak sekali Undang-Undang yang perlu untuk segera direvisi atau diamandemenkan karena sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.

Seperti halnya Undang-undang terkait pasar modal, menurut Sri Mulyani Undang-undang Pasar Modal sudah sangat kuno.

AYO BACA : Muncul Usulan Pembubaran OJK, Ini Kata Sri Mulyani

"Di tempat Pak Wimboh (Ketua OJK) UU Pasar modal sangat kuno dan perlu untuk diamandemenkan," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Sri Mulyani pun menyadari bahwa Undang-undang yang mengatur sektor keuangan non bank belum diatur sepenuhnya, berbeda dengan industri perbankan yang memang sudah memiliki aturan yang jauh lebih baik.

AYO BACA : Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke PBNU, Ini Penjelasan Sri Mulyani

"Kami menyadari betul bahwa sektor keuangan non-bank di bawah UU PPKSK, kami tidak memiliki scoop bersama-sama secara joint, tapi untuk lembaga jasa keuangan non-bank penanganannya dilaksanakan oleh UU masing masing lembaga," kata dia.

Undang-undang Pasar Modal yang disinggung Sri Mulyani adalah UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, dalam garis besar UU tersebut disebutkan pasar modal mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan nasional sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan wahana investasi bagi masyarakat.

Selain itu bahwa agar pasar modal dapat berkembang dibutuhkan adanya landasan hukum yang kokoh untuk lebih menjamin kepastian hukum pihak-pihak yang melakukan kegiatan di Pasar Modal serta melindungi kepentingan masyarakat pemodal dari praktik yang merugikan.

AYO BACA : Sri Mulyani Minta Anak Buahnya Serius Awasi Barang Impor Mewah

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers