web analytics
  

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Cirebon Dirikan Pos Lapangan Siaga

Rabu, 22 Januari 2020 08:40 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Cirebon Dirikan Pos Lapangan Siaga, Pos lapangan siaga, cuaca ekstrem, berita cirebon, cirebon hari ini, ayocirebon

Pos lapangan siaga banjir dan longsor berisi personel dan peralatan didirikan BPBD Kota Cirebon di Kelurahan Kalijaga. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- BPBD Kota Cirebon mendirikan pos lapangan siaga setelah banjir menerjang dua kelurahan di Kecamatan Harjamukti beberapa waktu lalu.

Pos yang didirikan di RT 8/RW 3 Kelurahan Kalijaga itu sendiri berisi personel maupun peralatan, di antaranya perahu fiber, ring boy, rompi pelampung, hingga kendaraan taktis.

Bukan saja banjir, pos siaga tersebut juga didirikan untuk menangani bencana longsor. Pos ini diklaim sebagai yang pertama kali dan satu-satunya di Kota Cirebon.

"Cuaca ekstrem diprakirakan masih akan berlangsung sampai Februari, jadi kami siagakan personel dan peralatan dengan mendirikan pos ini," ungkap Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Cirebon, Aji Akbar.

Rencananya, pos lapangan siaga banjir dan longsor ini juga akan dijadikan pos penyelamatan, pertolongan, dan evakuasi.

Berdasarkan pengalaman pada banjir lalu di Kelurahan Kalijaga maupun Pegambiran, imbuhnya, belasan warga membutuhkan tempat mengungsi yang berjarak tak jauh dari kediamannya.

"Tapi, waktu itu pos lapangan belum dibangun. Jadi warga kebanyakan mengungsi ke rumah saudara yang agak jauh," tuturnya.

Dia meyakinkan, BPBD akan terus siaga dan memantau situasi selama 24 jam, salah satunya aktif berpatroli terutama kala hujan di Kota Cirebon atau ketika menerima informasi hujan di daerah hulu.

Pihaknya juga memantau tinggi muka sungai yang selama ini berpotensi banjir. BPBD mendata, pada 2018 banjir menerjang Kelurahan Kalijaga sedikitnya lima kali.

"Banjir pekan lalu (2020) lebih parah daripada banjir besar pada 2018," cetusnya.

Selain berpatroli, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait lain dan relawan. Sebagaimana instruksi wali kota Cirebon, penanggulangan banjir dan longsor dibagi menjadi tiga kewenangan.

Ketiga kewenangan itu masing-masing penyelamatan, pertolongan, dan evakuasi yang menjadi tupoksi BPBD, dapur umum menjadi tupoksi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) dan Tagana, sedangkan kebutuhan lain seperti sandang dan lainnya menjadi kewenangan kecamatan setempat.

"Tapi, pihak lain atau siapa saja bisa memberi bantuan bantuan dan akan ditampung di pos lapangan," terangnya.

Meski personelnya akan siaga, dia mengingatkan, kewaspadaan pun harus dimiliki masyarakat. Warga diimbaunya mengantisipasi segala kemungkinan terburuk selama cuaca ekstrem.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers