web analytics
  

Bisa Jadi Sarang Bakteri, Ini 4 Tanda Bantal Harus Segera Diganti

Selasa, 21 Januari 2020 15:28 WIB

[Ilustrasi] Bantal. (Pixabay)

NEW DELHI, AYOBANDUNG.COM ā€” Bantal yang sudah lama tidak diganti bisa menjadi sarang bakteri. Lantas, kapan bantal harus diganti?

Dilansir dari Indian Express, Selasa (21/1/2020), ada beberapa tanda-tanda bantal di kamar tidur harus diganti.

Pertama, bantal memiliki benjolan. Letakkan bantal di tempat rata. Jika Anda melihat benjolan, itu tandanya Anda harus mendapatkan bantal baru.

AYO BACA : Cara Hilangkan Nyeri Leher Akibat Salah Bantal

Bantal yang bergelombang tidak dapat menopang dengan baik dan pada gilirannya menyebabkan nyeri bahu dan sakit kepala.

Benjolan biasanya ditemukan di bantal polister murah yang memiliki umur pendek. Pilih bantal dengan busa memori yang kenyal, karena bentukanya mengikuti kepala Anda dan emndistribusikan berat secara merata.

Bantal tersebut akan kembali ke bentuk aslinya setelah kepala diangkat. Ini bagus untuk mereka yang memiliki pola tidur gelisah atau menderita masalah tulang belakang.

AYO BACA : 5 Benda Ini Tidak Boleh Disimpan di Bawah Bantal Saat Anda Tidur

Kedua, perubahan warna atau noda keringat permanen. Hidup bantal Anda telah berakhir ketika mulai berubah warna.

Periksa setelah melepas sarung bantal. Jika melihat noda keringat kuning, Anda harus membeli bantal baru. Memang terdengar kasar, tetapi kuning menunjukkan bakteri dan jamur mulai tumbuh di sana.

Ketiga, sudah mulai berbau. Selama periode waktu tertentu, bantal mulai menumpuk dan menampung keringat, sel-sel kulit mati, minyak tubuh alami.

Keempat, gagal dalam tes. Ambil bantal dan tempat tidur, lalu tekuk sampai terlihat seperti bentuk huruf ā€œUā€.

Jika kembali ke bentuk semula, berarti bantal dalam kondisi baik. Jika Anda sering memosisikan ulang atau menepuk-nepuk bantal sepanjang malam, maka Anda harus segera mengganti bantal tersebut.

AYO BACA : Polsek Ibun, Gunakan Kasur dan Bantal Untuk Pengaman Kecelakaan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers