web analytics
  

Tipu Korban dengan Lowongan Kerja Palsu, Pasutri Dibekuk Polres Cimahi

Selasa, 21 Januari 2020 12:59 WIB Tri Junari

Dua pelaku penipuan berkedok lowongan kerja palsu di Cimahi. (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Jajaran satuan reserse kriminal polres Cimahi berhasil mengungkap penipuan berkedok lowongan kerja melalui media sosial Facebook. Dua pelaku bernama Intriyana Khautsar alias Riyan alias Iin dan Mirnawati itu ditangkap usai melakukan penipuan di RSUD Cibabat Kota Cimahi.

Kapolres Cimahi AKBP Yoris Maulana Yusuf Marzuki menerangkan, kedua tersangka menjaring korban bernama Dewi Kuswati (25) dan Edi Permana (26) dengan memasang iklan lowongan kerja di media sosial Facebook.  Setelah korban menghubungi akun bodong itu, komunikasi secara instens berlanjut melalui aplikasi perpesanan.

Layaknya lowongan kerja sungguhan, korban diminta untuk menyiapkan persyaratan seperti ijazah, Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), hingga Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

"Dalam komunikasi ini korban dijanjikan bekerja di PT. Dell Core dan diberi gaji UMR. Namun, sebelum itu korban diminta melakukan Check Up kesehatan di Rumah Sakit yang ditunjuk tersangka,"ungkap Yoris saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Selasa (21/1/2020).

AYO BACA : Pelajar Cimahi Diajak Bawa 'Misting' dan Tumblr untuk Kurangi Sampah

Setelah korban tergiur, kedua tersangka membawa korban ke halaman RSUD Cibabat Kota Cimahi. Korban diminta masuk gedung RS sementara barang bawaannya diminta pelaku dititipkan padanya.

"Korban percaya melihat penampilan tersangka sehingga saat diminta tersangka meninggalkan barang berharga menurutinya," papar dia.

Begitu korban memasuki gedung RSUD Cibabat, tersangka meninggalkan korban dan membawa barang-barang berharga milik korban. Barang milik korban seperti ponsel, perhiasan, jam tangan hingga kendaraan roda dua raib seketika sebelum korban sadar. 

"Tersangka langsung menghapus jejaknya. Facebook dan nomor ponsel diganti," katanya.

AYO BACA : Angka Pengangguran di Cimahi Capai 3.047 orang

Kepada polisi, tersangka yang juga pasangan suami istri ini mengaku telah melakukan penipuan di berbagai daerah seperti di Cimahi, Sukabumi, Cianjur, Subang hingga Bogor.

"Pengakuannya sudah 14 kali, korbannya lebih dari 20. Kita duga masih banyak korban lain," ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat Pasal 378 junto Pasal 272 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.  "Saat ini, kedua tersangka ditahan di Mapolres Cimahi," ungkap dia.

Riyan, tersangka kasus penipuan loker itu mengaku melakukan aksinya sejak pertengahan 2019. Idenya berawal dari kasus penipuan dari berbagai media sosial yang ia ketahui.

"Saya kerjaannya memang calo pekerjaan, dari situ kepikiran nipu orang lewat Facebook. Uangnya buat sehari-hari," katanya.

AYO BACA : Ibu dan Anak Jadi Korban Ledakan Gas Melon di Cimahi

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers