web analytics
  

Kongkalikong Antara Lukman dan Romi Terbukti

Selasa, 21 Januari 2020 09:35 WIB
Umum - Nasional, Kongkalikong Antara Lukman dan Romi Terbukti, romahurmuziy, kasus romahurmuziy, jual beli jabatan kemenag, korupsi kemenag, lukman hakim

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) dan mantan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy bersiap memberikan kesaksian dalam sidang kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama dengan terdakwa Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (26/6/2019). (Antara/Republika)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, pada Senin (20/1) memvonis mantan ketua umum PPP, Romahurmuziy alias Romi dengan pidana 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta dalam perkara suap terkait jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Dalam amar putusannya, Majelis Hakim juga mengungkap peran mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam perkara ini.

Lukman bahkan disebut hakim ikut menerima suap bersama Romi, yakni sebesar Rp 70 juta. Uang diterima Lukman dari Haris Hasanudin terkait pencalonan kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur (Jatim) pada 2019.

“Baik terdakwa (Romi) maupun Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerima sejumlah uang dari Haris Hasanudin,” kata Hakim Rianto saat membacakan vonis untuk terdakwa Romi, di PN Tipikor Jakarta, Senin (20/1).

Dalam penjelasan amar putusan Romi, Hakim Rianto menerangkan bahwa, Romi tidak sendiri dalam melakukan tindak pidananya. Bersama Lukman, Romi mengatur agar Haris yang sebenarnya tidak layak, tetap bisa lolos dalam pencalonan sebagai kepala Kantor Kemenag Jatim.

Pada 2016, Haris pernah mendapatkan sanksi larangan kenaikan pangkat saat menjadi pegawai di Kanwil Kemenag Jatim. Status pernah mendapatkan sanksi tersebut, yang membuat Haris terancam tak lolos proses seleksi.

Namun, Haris menghendaki ambil bagian dalam proses seleksi Kakanwil Kemenag Jatim yang diselenggaran Kemenag pada 2019. Jalur lobi dan suap pun kemudian ditempuh Haris dengan menyerahkan Rp 5 juta kepada Romi pada tahap awal.

AYO BACA : Mantan Menag Lukman Hakim Saifuddin Dipanggil KPK

Haris meminta Romi menyampaikan kepada Lukman tentang proses seleksi calon Kakanwil Kemenag Jatim, di Kemenag RI. Romi pun bersedia menyampaikan permintaan Haris tersebut kepada Lukman. Pada 30 Januari, Lukman memerintahkan staf ahlinya Gugus Waskito, untuk menanyakan kepada Romi terkait penentuan Kakanwil Sulawesi Barat (Sulbar) dan Jatim.

“Gusus Waskito juga menyampaikan kepada Haris, bahwa terdakwa (Romi) dan Lukman akan segera menentukan Kakanwil Jawa Timur,” terang Hakim Rianto.

Pesan Lukman kepada Romi lewat perantara Gugus tersebut, pun berlanjut dengan permintaan Romi kepada Lukman secara langsung, agar tetap memutuskan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. “Romi menyampaikan kepada Lukman, agar tetap mengangkat Haris Hasanudin sebagai Kakanwil dengan segala risiko,” terang Hakim Rianto.

Arahan Romi tersebut, disetujui oleh Lukman. Pada 6 Februari, Haris kembali bertemu dengan Romi di Jakarta, untuk menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta. Saat pemberian tersebut, Romi pun menyampaikan kepada Haris, tentang keputusan Lukman yang sudah memastikan mengangkatnya sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

Pada 1 Maret, Lukman pun mengirimkan pesan WhatsApp kepada Pansel Kakanwil tentang 12 nama calon Kakanwil Kemenag di seluruh wilayah Indonesia yang akan dilantik olehnya. Dari 12 nama tersebut, pun ada nama Haris dalam daftar teratas untuk wilayah Jatim.

Pada 4 Maret, Lukman melakukan pengangkatan Haris sebagai Kakanwil Kemenag. Sehari setelah itu, pada 5 Maret, Lukman pun melakukan pelantikan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

AYO BACA : Lukman Hakim Jadi Saksi Kasus Rommy

Adapun, pemberian uang oleh Haris kepada Lukman, terjadi dua kali, yaitu, pada 1 Maret senilai Rp 50 juta, dan 9 Maret sebesar Rp 20 juta. Uang tersebut, kata Hakim Rianto, diterima Lukman dari Haris lewat perantara ajudan pribadi, Heri Purwanto.

“Majelis Hakim berkesimpulan bahwa baik terdakwa (Romi), dan Lukman sebagai menteri agama mengetahui dan menghendaki dilakukannya perbuatan masing-masing dan menyadari tentang perbuatan tersebut. Sehingga mewujudkan sempurnanya delik,” kata Hakim Rianto.

Saat menjadi saksi di persidangan Romi pada 4 Desember 2019, Lukman telah membantah menerima uang terkait perkara Romi. Kepada ajudannya, Heri Purwanto, Lukman mengaku sempat bertanya soal uang.

"Saya bertanya ini, uang apa? Ajudan saya tidak menjawab, hanya mengatakan 'ini tolong sampaikan Pak Menteri'," ucap Lukman dalam kesaksiannya.

Saat itu juga, Lukman meminta kepada ajudannya untuk mengembalikan uang tersebut kepada Haris.

"Saya tidak pernah menyentuh uang itu. Saya meminta ajudan mengembalikan karena saya merasa tidak pernah menerima uang itu," tuturnya.

"Yang disampaikan Saudara Heri (ajudan) Rp10 juta. Jangankan menghitung, memegangnya tidak, tidak melihat isinya karena saya hanya melihat amplop cokelat saja," ungkap Lukman.

AYO BACA : KPK Diminta Pulangkan Uang yang Disita dari Ruangan Menag Lukman Hakim

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers