web analytics
  

Angka Pengangguran di Cimahi Capai 3.047 orang

Senin, 20 Januari 2020 22:48 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Angka Pengangguran di Cimahi Capai 3.047 orang, Angka Pengangguran Cimahi,

Para pencari kerja di Job Fair. (istimewa)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM--Dinas Ketenagakerjaan Kota Cimahi mencatat angka Pencari Kerja (Pencaker) tahun 2019 mencapai 3.047 orang. 1.800 orang pengangguran laki-laki dan perempuan 1.248 orang.

Kepala Bidang Penempatan Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P2TKT) pada Dinas Ketenagakerjaan Kota Cimahi, Isnendi mengatakan, jumlah Pencaker itu terdata dari permohonan pembuatan kartu kuning yang diajukan kepada pihaknya.

"Datanya dari Pencaker yang sudah terdata sepanjang 2019, jadi sudah sesuai fakta," kata Isnendi saat dihubungi, Senin (20/1/2020).

Sedangkan penempatan tenaga kerja berdasarkan pendidikan tercatat ada sebanyak 357 orang. Rinciannya, laki-laki sebanyak 179 orang dan perempuan 178 orang.

AYO BACA : Chimasistaker, Cara Pemkot Cimahi Tekan Angka Pengangguran

"Itu data yang keterima di perusahaan segitu. Termasuk CPNS-nya sekitar 100 orang. Sisanya bekerja di swasta," ujar Isnendi.

Untuk penyaluran tenaga kerja asal Kota Cimahi, kata dia, sebetulnya pihaknya sudah menyiapkan sistem online bernama Sistem Link and Match (SILIMA) yang bisa ditelusuri lewat silima.cimahikota.go.id. Sistem tersebut diluncurkan tahun lalu.

Namun diakuinya sistem pencari kerja itu untuk saat ini belum optimal sebab belum banyak stakeholder seperti Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Bursa Kerja Khusus (BKK), perusahaan dan pencari kerja yang memanfaatkan SILIMA.

"Kita tahun 2019 launching sistem SILIMA itu seperti hal job fair. Ketika ini dibangun masih banyak keterbatasan sistem maupun dari stakeholder," sebutnya.

AYO BACA : Curi 12 Pasang Sepatu, 2 Pengangguran Diringkus Polisi

Dijelaskannya, sistem itu dibuat awalnya memang untuk menjembatani antara pencari kerja, perusahaan, BKK hingga dengan BLK. Sebab di dalamnya akan memuat seputar profil perusahaan yang memuat kebutuhan tenaga kerja hingga profil tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan.

Dalam sistem ini juga pencari kerja bisa membuat AK-1 atau kartu kuning yang sekarang memakai barcode. Melalui android dalam barcode tersebut akan muncul CV (data pribadi), Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan pengalaman kerjanya, termasuk fotonya.

"Jadi sistem ini akan mengolah antara pencari kerja dengan perusahaan. Jadi nanti perusahaan juga akan bisa melihat profil pencari kerjanya yang sesuai kompetensi," jelasnya.

Untuk memaksimalkan sistem yang dibuat tahun lalu itu, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi agar seluruh stakeholder bisa memaksimalkan SILIMA sebagai sistem yang memudahkan koneksinya.

"Itu salah satu upaya kita untuk mengurangi pengangguran. Ke depan akan kita gencarkan. Kita juga akan membuat pertemuan rutin dengan BKK, LPK maupun perusahaan," katanya.

AYO BACA : Angka Pengangguran Jabar Tertinggi Nasional, Ini Kata Kadisnaker

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers