web analytics
  

Sidang Vonis Kasus Pembobolan Bank BRI Tambun Bekasi Ditunda

Senin, 20 Januari 2020 15:01 WIB Faqih Rohman Syafei
Bandung Raya - Bandung, Sidang Vonis Kasus Pembobolan Bank BRI Tambun Bekasi Ditunda, bank bri,pembobolan bri bekasi,pembobolan bri,bri bekasi,pembobolan bri tambun,bri tambun,bri,bank rakyat indonesia,bri bermasalah,kasus bank bri,korupsi bank bri

Koordinator kuasa hukum terdakwa kasus pembobolan kas Bank BRI Tambun Bekasi, Unggul Cahyaka.(Ayobandung.com/Faqih Rohman)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Sidang agenda vonis terdakwa kasus pembobolan kas Bank BRI Cabang Tambun Bekasi senilai Rp13,8 miliar oleh Asisten Manajer Operasional dan Layanan, Ermansyah ditunda hingga pekan depan. 

"Betul, sidang vonis Ermansyah kembali ditunda hingga Senin depan tanggal 27 Januari 2020," ujar Koordinator kuasa hukum terdakwa, Unggul Cahyaka saat ditemui Ayobandung.com di PN Bandung, Senin (20/1/2020).

AYO BACA : Pembobolan Kas BRI Bekasi, Diduga Ada Keterlibatan Internal

Penundaan vonis merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, sidang agenda vonis pembobolan kas Bank BRI Cabang Tambun Bekasi dijadwalkan pada 13 Januari 2019. Namun ditunda dan kembali dijadwalkan berlangsung hari ini.

Penundaan dilakukan akibat belum rampungnya rencana tuntutan (rentut) jaksa dari Kejaksaan Bekasi yang belum diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

AYO BACA : Pembobolan BRI, Ekonom Sebut Fraud Bisa dari Internal

"Tuntutan itu berjenjang, karena dari wilkum (wilayah hukum) dari Kejaksaan Bekasi naik ke kejaksaan tinggi. Dari Kejaksaan Bekasi belum turun," katanya.

Unggul mengaku tidak mengetahui penyebab rentut tersebut belum rampung. Namun, berdasarkan keterangan jaksa, sidang Ermansyah kembali ditunda hingga pekan depan.

"Saya tidak tahu pertimbangannya apa ada revisi atau lain. Tapi tadi jaksa sampaikan seperti itu, apa boleh buat itu domainnya dia, kita enggak bisa apa-apa," tuturnya.

Selengkapnya mengenai pembobolan Bank BRI Tambun Bekasi klik di sini.

AYO BACA : Sidang Pembobolan Bank BRI Tambun, Saksi Sebut Ada Transaksi Mencurigakan

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers