web analytics
  

Peneliti Ungkap Diet Tinggi Protein Picu Risiko Kanker

Senin, 20 Januari 2020 13:11 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Peneliti Ungkap Diet Tinggi Protein Picu Risiko Kanker, Diet tinggi protein, diet ketat, manfaat protein, risiko kanker, makanan penyebab kanker, tips kesehatan

Daging merah diet tinggi protein. (Shutterstock)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Protein memang jadi unsur yang penting saat melakukan diet. Protein bisa meningkatkan dan memperbaiki otot, menciptakan rasa kenyang dan mengurangi lemak.

Jadi tidak heran banyak orang lebih pilih mengonsumsi protein dibanding karbohidrat saat diet. Tapi waspada, karena protein yang berlebihan juga bisa berisiko untuk kesehatan. Termasuk di antaranya berisiko kanker.

AYO BACA : Agar Gaun Pengantin Cukup, Wanita Ini Diet 2 Tahun Hanya Makan Brokoli

Mengutip Times of India, Senin (20/1/2020), penelitian menunjukkan bahaya diet dengan tinggi protein, khususnya yang berbasis daging merah. Tapi tidak dengan sumber protein lainnya seperti kacang-kacangan dan sayuran.

Para peneliti mengatakan lemak dalam daging terkandung senyawa karsinogenik, atau salah satu senyawa penyebab kanker. Peneliti juga menyebut protein tambahan dalam makanan bisa meningkatkan risiko kematian sebesar 4%. Tak hanya itu, pecinta daging lebih berisiko meninggal karena diabetes.

AYO BACA : Ini Cara Diet Cepat dan Sehat Jelang Menikah

Bahkan meski Anda mengonsumsi protein dalam jumlah sedang, Anda berisiko tiga kali meninggal karena kanker dibanding mereka yang mengonsumsi protein kurang dari 10% total kebutuhan kalori.

Penelitian ini melibatkan sebanyak 6.138 peserta, dengan rentang usia di atas 50 tahun, dan diterbitkan dalam Metabolisme Sel oleh Valter Longo.

batasan konsumsi protein ialah 0,8 gram protein per kilogram berat badan seseorang. Misalnya, jika berat badan 50 kilogram, artinya protein yang dikonsumsi tidak lebih dari 40 gram per hari.

Sedangkan kategori diet tinggi protein ialah ketika Anda mendapatkan lebih dari 20 persen kalori per hari termasuk dari nabati dan hewani. Sementara kategori diet sedang protein ialah ketika Anda mendapatkan protein 10 hingga 15 persen kalori dari protein.

Terakhir, diet rendah protein ialah saat Anda mengonsumsi kurang dari 10 persen asupan kalori dari protein.

AYO BACA : Diet Bantu Atasi Insomnia Wanita Pascamenopause

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers