web analytics
  

29 Atlet Esports Bandung Melenggang ke Piala Presiden

Senin, 20 Januari 2020 08:51 WIB
Bandung Raya - Bandung, 29 Atlet Esports Bandung Melenggang ke Piala Presiden, esport, piala presiden esport, esport piala presiden, olahraga

Final kualifikasi regional Indonesia barat Piala Presiden E-Sports (PPES) 2020 sukses digelar di 23 Paskal Shopping Center, Bandung, 18-19 Januari (Foto: Kualifikasi Piala Presiden)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Final kualifikasi regional Indonesia barat Piala Presiden E-Sports (PPES) 2020 sukses digelar di 23 Paskal Shopping Center, Bandung, 18-19 Januari. Tahap ini menyaring tim dan atlet-atlet esports dari wilayah Indonesia barat yang berhasil lolos dari tahap kualifikasi online.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara PPES 2020, Giring Ganesha, hasil dari kualifikasi regional Indonesia barat di Bandung ini, sebanyak 29 atlet akan melaju ke final nasional PPES 2020. Mereka adalah ELVO G.I (4 pemain) sebagai pemenang game Free Fire, satu pemenang game eFootball Pro Evolution Soccer (PES), dan 24 pemenang dari game Mobile Premiere League (MPL).

"Para atlet dan tim esport terbaik dari berbagai daerah di Indonesia Barat sangat kompetitif," ujar Giring kepada wartawan, Ahad (19/1).

Giring mengatakan, persaingan yang tersaji pada setiap kategori game membuat tahap ini menegangkan. Sekaligus, menjadi tontonan menarik bagi para penggemar esports di Bandung.

Menurut Giring, pemenang dari masing-masing game Final Kualifikasi Regional Barat ini menunjukkan skill terbaik mereka. Nantinya akan terpilih pemenang yang bisa melenggang ke Final Nasional, untuk bertarung dengan para juara dari negara-negara ASEAN.

"Kami tentu optimis perwakilan atlet maupun tim esports dari Indonesia bisa menjadi juara Piala Presiden Esports 2020," kata Giring.

Atlet e-sports yang berlaga pada Final Kualifikasi Regional Barat sebanyak 204, terdiri dari 12 tim (48 pemain) untuk game Free Fire, 64 pemain di game eFootball Pro Evolution Soccer (PES), dan 92 pemain di game Mobile Premiere League (MPL).

Sementara menurut Tenaga Ahli Muda Kantor Staf Presiden, Aditya Arif, pemerintah akan mendorong industri game lokal agar mampu berkontribusi terhadap perekonomian dalam negeri. Potensi yang besar dari sektor ekonomi kreatif itu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin agar tidak hanya menjadi kegemaran semata.

Menurutnya, pertumbuhan industri game di Tanah Air sangat besar dengan tingginya antusiasme anak muda saat penyelenggaraan Piala Presiden E-Sport (PPES) 2020. Namun, selain untuk menyalurkan hobi dan bakat, menurutnya pemerintah pun ingin menjadikan sektor tersebut sebagai penggerak perekonomian masyarakat.

"Kami mendorong pertumbuhan ekosistem game yang sehat," katanya.

Aditya mengatakan, industri game di Amerika Serikat yang memberi kontribusi besar terhadap perekonomian. Bahkan, nilai ekonomi yang dihasilkan gamer di Amerika lebih besar dibanding industri musik, olahraga, dan film di negara tersebut. Melalui ajang PPES ini pemerintah ingin merangsang kreativitas anak muda dalam negeri dalam menghasilkan game-game terbaik dan diminati masyarakat dunia.

"Pada Piala Presiden E-Sport kali ini dilakukan eksebisi terhadap game lokal (hasil karya anak bangsa)," katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers