web analytics
  

Jika Dikelola Baik, Zakat Bisa Sejahterakan Umat

Minggu, 19 Januari 2020 15:06 WIB Mildan Abdalloh

Direktur Eksekutif PZU Persis Angga Nugraha (kiri) dalam kegiatan Muskernas PZU Persis (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Dengan pengelolaan yang baik, zakat bisa menyejahterakan umat, namun butuh pendampingan dan program yang berkelanjutan supaya penerima zakat bisa berubah menjadi pemberi zakat.

Direktur Eksekutif Pusat Zakat Umat (PZU) Persatuan Islam (Persis) Angga Nugraha mengatakan, banyak cara dalam menyalurkan zakat kepada yang berhak. Namun sebaiknya penyaluran diberikan dalam bentuk modal untuk usaha, supaya kedepan penerima zakat bisa menjadi pemberi setelah berdaya secara ekonomi.

PZU Persis, kata Angga, mempunyai program Umat Mandiri yakni penyaluran dana zakat untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Program Umat Mandiri sendiri terbagi dalam dua jenis yakni Pembinaan UMKM dan Kampung Bangkit.

AYO BACA : Zakat Profesi ASN KBB Naik Tiga Kali Lipat

"Penerima zakat diberi modal untuk pengembangan usaha. Kemudian dibina supaya ekonominya bisa maju dan kedepan menjadi muzaki," tutur Angga disela Muskernas PZU Persis di Soreang, Minggu (19/1/2020).

Sementara kampung bangkit adalah penyaluran zakat yang lebih besar, yakni ekonomi berkelanjutan yang diberikan kepada penerima zakat dalam satu kawasan.

Angga menyontohkan pihaknya menyalurkan dana zakat kepada masyarakat di Cikijing berupa pengelolaan jamur tiram yang dikelola oleh para penerima zakat di kawasan Cikijing.

"Programnya alhamdulillah berhasil dan sekarang mereka mempunyai produk jamur tiram," ujarnya.

AYO BACA : Bahagiakan Indonesia, Rumah Zakat Punya Spirit Baru

Setidaknya saat ini telah ada 300-an produk hasil dari penyaluran zakat baik melalui program bina UMKM maupun kampung bangkit.

"Atas keberhasilan tersebut kami berkomitmen tahun ini akan melanjutkan program umat mandiri," ujarnya.

Angga melanjutkan dengan pengelolaan yang baik, zakat akan mampu menyejahterakan umat. Namun tantangan yang dihadapi adalah masih adanya anggapan dari penerima zakat kalau penyaluran zakat merupakan hadiah.

"Karena dianggap hadiah, akhirnya produk mereka tidak dikelola dengan baik, pada akhirnya malah bangkrut," katanya. Sehingga dibutuhkan pemahaman dan pendampingan yang serius dari lembaga zakat.

Pada 2019 lalu PZU berhasil menyalurkan Rp54 miliar dana zakat yang dihimpun. Sekitar 10%-20% disalurkan dalam program umat mandiri, sisanya disalurkan dalam bidang lain seperti pendidikan sampai pemberi bantuan kepada tempat bencana, daerah konflik luar negeri diantaranya Palestina.

AYO BACA : Panduan Menghitung Zakat Penghasilan

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel lainnya

dewanpers