web analytics
  

Potensi Penyebaran Asap Kebakaran Australia ke Indonesia Kecil

Minggu, 19 Januari 2020 11:23 WIB Firda Puri Agustine
Umum - Internasional, Potensi Penyebaran Asap Kebakaran Australia ke Indonesia Kecil, australia, kebakaran australia, asap australia,

ilustrasi kebakaran. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COMBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi penjelasan terkait adanya berita yang menyebut bahwa asap kebakaran hutan di Australia bakal menyebar ke Indonesia dan berpotensi ‘menutupi’ permukaan bumi.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal menyatakan bahwa potensi penyebaran asap kebakaran hutan di Australia di Indonesia termasuk kecil lantaran dinamika atmosfer Australia didominasi aliran angin kencang yang konsisten ke arah timur.

AYO BACA : Banjir di Australia Bantu Pemadaman Kebakaran Hutan

“Dan, di Indonesia sendiri dinamika atmosfer didominasi oleh angin baratan atau monsun Asia,” kata Herizal dalam keterangan resmi, Minggu (19/1/2020).

Dia melanjutkan, hasil analisis kondisi dinamika atmosfer pada awal hingga pertengahan Januari 2020 menunjukkan pergerakan penyebaran asap dominan terjadi di belahan bumi selatan. Asap ini menyebar dari Australia ke arah timur karena dipengaruhi oleh polar jet stream.

AYO BACA : Suhu Dunia Meningkat, Australia Jadi Benua Terpanas

Polar jet stream adalah aliran angin kencang pada sekitar 60 derajat Lintang Selatan dengan kecepatan lebih dari 100 kilometer per jam, yang bergerak konsisten ke arah timur.

“Polar jet stream ini telah membawa asap kebakaran hutan Australia menyeberangi Samudera Pasifik bagian selatan pada ketinggian atmosfer sekitar 16 kilometer dan menyebar sampai ke negara Benua Amerika bagian selatan antara lain Chili, Argentina, dan Uruguay,” ujarnya.

Diperkirakan, hingga akhir Januari 2020 polar jet stream ini masih cukup kuat, sehingga potensi penyebaran asap masih dominan ke arah timur.

Adapun kejadian kebakaran hutan Australia pada tahun 2019-2020 termasuk ke dalam kejadian paling parah dalam sejarah kebakaran hutan. Meski tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan perubahan iklim, tapi kenaikan suhu udara global telah meningkatkan risiko kebakaran hutan sehingga akan lebih sering terjadi. 

AYO BACA : Kelompok Hijaber Ini Bantu Sediakan Makanan Bagi Pemadam Karhutla Australia

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers