web analytics
  

[Lipkhas] Benarkah Parkir Liar Dalang Kemacetan Kota Bandung?

Jumat, 17 Januari 2020 19:02 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, [Lipkhas] Benarkah Parkir Liar Dalang Kemacetan Kota Bandung?, parkir liar,parkir bandung,parkir

Petugas parkir menunjukan mesin parkir di Jalan Braga beberapa waktu lalu.(Ayobandung.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Bandung kerap dilanda kemacetan. Parkir liar dituding menjadi salah satu dalang utama kemacetan kota kembang. 

Sementara aktivitas lalu lintas dengan kain meningkatkan volume kendaraan di Kota Bandung memang semakin padat. 

Tak pelak, kemacetan pun banyak terjadi beberapa titik pusat perbelanjaan maupun jalan protokol di Kota Bandung. 

Karenanya, tak aneh jika beberapa waktu lalu, Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank) melansir kota-kota yang tergabung pada organisasi itu dengan lalu lintas yang parah. 

Kota Bandung salah satunya berada di urutan ke-14 kota macet mengalahkan kemacetan di Jakarta dan Surabaya.

AYO BACA : [Lipkhas] Lahan Parkir Padat, Dishub Bandung Cari Pihak Ketiga

Pengamat Kebijakan publik dan tata Kota, Yogi Suprayogi menilai dalang utama kemacetan di Kota Bandung sedianya dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya kebiasaan masyarakat yang ogah beralih menggunakan transportasi publik.

Yogi memaklumi, hal ini lantaran ketersediaan transportasi umum yang baik masih kurang di Kota Bandung. Akibatnya, harapan masyarakat bisa beralih dari transportasi pribadi ke umum belum berjalan. 

"Kalau kita berbicara untuk tempat parkir di kota Bandung itu kan sudah ada perdanya, sudah lengkap diatur di sana. Persoalannya sekarang adalah tentang kepatuhan masyarakatnya," kata Yogi saat berbincang dengan Ayobandung.com, Jumat (17/1/2020).

Yogi mengatakan, Pemerintah Kota Bandung memiliki kepentingan untuk membangun dan menyediakan publik transportasi yang andal.  Sebab, Bandung kerap dikepung kemacetan. 

Menurut Yogi, peningkatan fasilitas angkutan umum memang diperlukan untuk kota sekelas Bandung. Fasilitas angkutan umum yang memadai, kata dia, bisa menyaring pengguna kendaraan pribadi beralih ke kendaraan umum. 

AYO BACA : [Lipkhas] Lahan Parkir Padat, Dishub Bandung Cari Pihak Ketiga

Praktis, kantung-kantung parkir liar yang kerap dituding menjadi dalang kemacetan di kota kembang bisa ditekan bahkan dihilangkan.

"Itulah kenapa kalau kita lihat Pemerintah Kota Bandung memang belum konsen kalau menurut saya," katanya.

Pemkot Bandung perlu segera merevitalisasi tranportasi umum di Kota Bandung. Apalagi gagasan soal LRT, cable car, penambahan koridor TMB  harus dikejar dan difokuskan. Di samping mengatur dan memperbaiki angkutan umum yang sudah ada.

"Intinya garus pula ada sosialisasi beralih ke transportasi publik. Jadi harus ada upaya dari pemerintah seperti dimodernisasi," katanya.

Di sisi lain, Yogi mengatakan, berbicara penertiban parkir liar bisa dilakukan sebagai penegakan lalu lintas. 

Menurutnya, ketertiban lalu lintas sangat penting bagi Bandung yang menyandang kota wisata. Hanya saja seiring bertambahnya volume kendaraan, ruas jalan tidak bertambah. Kondisi tersebut diperparah karena ada aktivitas parkir liar dari masyarakat.

Karenanya, upaya penegakan hukum terhadap kendaraan-kendaraan yang terparkir secara liar ini meski dilakukan. Namun dia menyadari upaya Pemkot Bandung belum sepenuhnya maksimal sehingga masih ada pengendara yang nekat parkir di bahu jalan. 

"Jadi pemerintah punya peran untuk mengedukasi masyarakat salah satunya mensosisasi, dan harus ada tindakan tegas. Sejauh ini pemkot belum tegas, hanya pengembosan ban dan pemberian stiker. Kalau perlu mobilnya diangkut, diderek," katanya.

AYO BACA : [Lipkhas] Dishub Bandung: Usaha Lakukan Pelanggaran Jika Tak Miliki Lahan Parkir

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers