web analytics
  

[Lipkhas] Lahan Parkir Padat, Dishub Bandung Cari Pihak Ketiga

Jumat, 17 Januari 2020 12:57 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, [Lipkhas] Lahan Parkir Padat, Dishub Bandung Cari Pihak Ketiga, parkir liar bandung, lahan parkir bandung, tarif parkir bandung, parkir sembarangan, berita bandung, dishub bandung, ayobandung, bandung hari ini

Kendaraan memadati kawasan Pasteur, Bandung, Sabtu (8/6/2019) (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Lahan parkir di Kota Bandung yang terbatas disinyalir menjadi salah satu penyebab kemacetan jalan yang belakangan semakin tak terhindari, terutama di akhir pekan.

Adanya toko, restoran, pusat perbelanjaan hingga bisnis travel yang tidak memiliki lahan parkir memadai menyebabkan parkir kendaraan konsumen di bahu jalan menjadi marak.

Padahal, hal tersebut berpotensi membuat kondisi lalu lintas di sekitarnya semakin padat. Di sisi lain, menyediakan lahan parkir yang memadai pun bukan perkara mudah mengingat keterbatasan lahan kosong yang dimiliki masing-masing usaha.

AYO BACA : Pemkot Bandung Kaji Sterilisasi Jalan Braga dari Parkir Kendaraan

Hal ini juga masih menjadi permasalahan bagi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung. Kepala Seksi Manajemen Parkir Dishub Bandung, Zein Iskandar mengatakan pihaknya saat ini masih mencari solusi terkait hal tersebut.

"Kami dengan pak kepala dinas akan memikirkan lahan parkir alternatif, terutama untuk weekend. Kami sedang mencari lahan, karena lahan yang dimiliki Dishub sendiri kan hanya satu," ungkapnya pada Ayobandung.com, Jumat (17/1/2020).

Lahan parkir milik Dishub Kota Bandung satu-satunya tersebut adalah area basement Alun-alun Bandung. Hingga saat ini, lahan parkir tersebut banyak digunakan masyarakat yang hendak mengunjungi kawasan wisata Alun-alun, Jalan Asia Afrika dan sekitarnya.

AYO BACA : [Lipkhas] Tarif Parkir di Kota Cimahi Segera Naik

Opsi mencari lahan parkir alternatif menjadi pilihan setelah pihaknya menimbang opsi lain seperti parkir susun menggunakan mesin yang dinilai terlalu mahal. Bentuk parkir seperti ini dapat ditemukan di salah satu pertokoan di kawasan Jalan Ir.H.Juanda (Dago).

"Bandung tuh lahannya juga memang tinggal sedikit, jadinya bingung. Kalau mau buat parkir bertingkat ke atas pun biayanya sangat besar, berapa investasinya. Masih banyak hal lain yang lebih penting dibanding anggarannya dipakai bikin parkir bertingkat," ungkapnya.

Untuk itu, kerja sama dengan pihak ketiga pemilik lahan tengah diupayakan. Dia mengatakan, bila saat ini terdapat masyarakat yang berkenan melangsungkan kerja sama, dapat berkomunikasi dengan Dishub Bandung.

"Kalau ada yang mau menawarkan bisa ke Dishub, atau ke bagian aset Kota Bandung. Nanri lahan kosongnya itu dikerjasamakan dijadikan lahan parkir," jelasnya. 

AYO BACA : Home News Bandung [Lipkhas] Penyebab Macet, Parkir Ilegal di Obyek Wisata Mulai Ditata

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers