web analytics
  

Pura-pura Jadi Polisi, Pria di Tasik Rampok Teman Wanitanya

Jumat, 17 Januari 2020 12:14 WIB Irpan Wahab Muslim

Ilustrasi. (Ayobandung.com/Attia Dwi Pinasti)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Wahyu Siswanto Putro, warga Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok, terpaksa harus berurusan dengan kepolisian Polres Tasikmalaya. Ia telah memperdaya dan menggasak satu sepeda motor milik Tuti Sutarsih (51), warga Desa Kamulyan, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Aksi Wahyu berjalan mulus karena mengaku sebagai anggota kepolisian Polsek Cikalong. Bahkan, aksinya sebagai polisi gadungan ini diperkuat dengan berbagai atribut, mulai dari lencana penyidik, jaket, helm serta pakaian lengkap kepolisian.

AYO BACA : Digelar di Kebun Warga, Arena Judi 'Adu Bagong' di Tasikmalaya Dibongkar

Kapolsek Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra menuturkan, aksi Wahyu terbongkar setelah korban melaporkan kehilangan motor dan sejumlah uang yang dibawa kabur oleh pelaku. Pelaku dan korban berkenalan melalui aplikasi chatting dan janjian di sebuah mal di Tasikmalaya.

"Mereka berkenalan melalui aplikasi chatting, akhirnya bertemu. Nah dalam pertemuan, si pelaku ini mengajak korban melihat kantor tempatnya bertugas yakni Polsek Cikalong," papar Dony kepada wartawan, Jumat (17/1/2020).

AYO BACA : Viral Warga Tasik Masuk Got Penuh Lumpur Demi Bersihkan Sampah

Namun alih-alih masuk Polsek Cikalong, pelaku justru mengajak korban ke sebuah penginapan di wilayah Cikalong yang diakuinya sebagai mess kepolisian. di Lokasi penginapan itu, pelaku meminta kepada korban untuk mencuci pakaian.

"Saat korban mencuci pakaian, korban langsung mambawa beberapa barang milik korban seperti tiga buah handphone, sejumlah uang tunai termasuk satu unit sepeda motor." tambah Dony.

Dari hasil pengembangan, kata Dony, ternyata pelaku sudah melakukan aksi dengan modus yang sama di wilayah hukum Polres Tasikmalaya, dengan korban bernama Dina Sulistiana. Disinggung soal atribut kepolisian, Dony menyebut, pelaku membelinya di wilayah Jakarta.

"Kerugian yang diderita korban Tuti itu sekitar Rp 19 juta. Pasal yang kita kenakan pasal 362 KHU pidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," ucap Dony.

AYO BACA : Jalan Desa Tertimbun Longsor, Akses Dua Desa di Tasik Tertutup

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers