web analytics
  

Kesaksian Warga Tamansari, Dipukul hingga Lumpuh Sementara

Jumat, 17 Januari 2020 10:19 WIB
Bandung Raya - Bandung, Kesaksian Warga Tamansari, Dipukul hingga Lumpuh Sementara, penggusuran tamansari, penertiban tamansari, rumah deret tamansari, berita bandung, bandung hari ini, ayobandung

Warga Tamansari dalam konferensi pers di LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (16/1/2020). (Suara.com/Fakhri Fuadi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Nasib nahas dialami warga Tamansari, Kota Bandung, bernama Enjo saat proses penggusuran oleh Pemerintah Kota Bandung. Alat vital Enjo dipukul oleh aparat hingga kakinya lumpuh sementara.

Enjo menceritakan, saat pihaknya melakukan penolakan terhadap penggusuran, ia dan rekannya dikeroyok oleh sekitar 10 orang aparat. Akibatnya, ia sendiri mendapatkan sejumlah luka di wajah dan badannya.

"Kami dikeroyok 10 atau lebih polisi yang dihajar habis2an sampai luka empat jahitan, dalamnya hampir setengah cm," ujar Enjo di kantor LBH Jakarta pada Kamis (16/1/2020).

AYO BACA : Komnas HAM: Ada Potensi Pelanggaran HAM di Penggusuran Tamansari

Setelah terluka, ia dibawa ke ambulans untuk mendapatkan perawatan. Namun bukan obat yang ia dapat, justru represif dari aparat yang lebih parah.

Ia mengaku bagian alat vitalnya dihantam dengan keras menggunakan tabung oksigen. Ia kembali meringis kesakitan dan dibawa keluar ambulans.

"Saat saya diamankan di ambulans, saya direpresif lebih parah. Maaf, kemaluan saya dipukul pakai gas oksigen di ambulans. Saya ditarik, dikeluarkan dari mobil kayak bola pingpong saja," jelasnya.

AYO BACA : 5 Polisi Tersangka Bentrok Tamansari Ditempatkan di Ruangan Khusus

Ketika dipukul, ia juga diancam oleh salah satu petugas. Akhirnya ia dibawa ke Polrestabes Bandung untuk mendapatkan perawatan dari tim medis.

"Mereka mengancam saya dengan bahasa Sunda yang kalau bahasa Indonesianya 'lu yang mau jadi jagoan di sini?'" kata Enjo.

Cerita Enjo tak berakhir ketika dibawa ke rumah sakit. Pihak Inafis Polres Bandung disebutnya tak setuju Enjo dirawat di RS Bungsu, padahal dia harus segera dijahit di bagian wajahnya.

"Saya di sana malah diinterogasi dengan pelipis bercucuran darah," jelasnya.

Akhirnya, ia dibawa ke RS Bungsu dan dipindah lagi ke RS Bhayangkara dan mendapatkan jahitan di wajahnya. Menurut dokter, ia juga mengalami kelumpuhan sementara karena dihantam benda tumpul.

"Tanggal 12 sampai 28 masih normal, masih bisa jalan. Penyembuhannya juga tidak bisa diprediksi lama atau sebentar. Gimana saya bisa menafkahi keluarga kalau begini," ucapnya di atas kursi roda.

AYO BACA : PTUN Bandung Tolak Gugatan Warga Tamansari

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers