web analytics
  

Dikira Batu Akik, Temuan Warga Indramayu Ini Ternyata Fosil Gajah Purba

Kamis, 16 Januari 2020 09:07 WIB Erika Lia

Sebuah benda yang diduga fosil gajah purba Stegodon ditemukan warga di sekitar objek wisata Ciwado, Kabupaten Indramayu. (Ayocirebon.com/Ist)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Sebuah tulang yang dimungkinkan fosil gajah purba Stegodon ditemukan seorang warga di Dusun Ciwado, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Fosil itu ditemukan Unang Herman di lembah Sungai Cilalanang. Ketika itu, dia tengah beraktivitas di sekitar objek wisata alam Ciwado.

Semula, Unang mengabaikan keberadaan benda tersebut yang terserak di tanah. Hanya, dia kemudian membawanya pulang kala muncul keinginannya menggosok benda tersebut sebagai batu akik.

"Tidak ada yang tahu kalau benda itu fosil, makanya dibiarkan saja di lembah," katanya, Rabu (15/1/2020).

Belakangan, dia mengetahui temuannya itu diduga merupakan fosil setelah bertemu seorang fotografer asal Jakarta yang memberitahukan kemungkinan 'identitas' temuannya.

Menurutnya, akibat ketidaktahuan, tak sedikit warga yang telah menjadikan fosil berukuran panjang yang mereka temukan di kawasan itu sebagai bahan bakar di rumah.

Menerima informasi itu, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu kemudian berkonsultasi dengan peneliti utama pada Balai Arkeologi (Balar) Bandung.

AYO BACA : Tengkorak Manusia Ditemukan Dekat Makam Bersejarah di Indramayu

"Kami konsultasi dengan DR Lutfi Yonsei dari Balar Bandung dan memastikan temuan warga itu sebagai fosil hewan vertebrata jenis stegodon atau gajah purba," ungkap Ketua TACB Indramayu, Dedy S Musashi.

Fosil yang ditemukan Unang sendiri sepanjang sekitar 32 cm dengan lingkar tulang 22 cm. TACB pun melakukan tindak lanjut temuan Unang dengan menyisir lokasi dalam radius 1 km. Hasilnya, tim menemukan pula serpihan tulang dan taring hewan.

"Kami bersama Kepala Seksi Cagar Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Indramayu, Tinus Suparto, melakukan survei awal. Selain serpihan tulang dan taring hewan, kami temukan pula molusca yang banyak menempel di dinding batu," bebernya.

Sejauh ini, temuan fosil tersebut diamankan di lokasi lain demi menghindarkannya dari pemburuan fosil ilegal. Menurut Dedy, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui usia fosil tersebut.

Hanya, dari literasi yang ada diketahui masa hidup gajah purba diperkirakan pada masa Pleistocen awal atau sekitar 1,5 juta tahun yang lalu. Selain melaporkan ke Balar Bandung, temuan itu pun dilaporkan pula ke Balai Pelestarian Cagar Budaya di Banten.

"Laporan ini lalu akan ditindaklanjuti ke Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran," tambahnya.

Diketahui, selain di Indramayu, tim geologi menemukan pula fosil stegodon di Kabupaten Majalengka berupa gading sepanjang tiga meter, juga di lokasi Situs Semedo, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

AYO BACA : Dijadikan Tutup Septic Tank, Nisan Peninggalan Belanda Direlokasi

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers