web analytics
  

Gugatan Eks Presdir Lippo Cikarang Ditolak Terkait Kasus Meikarta

Selasa, 14 Januari 2020 13:53 WIB
Umum - Regional, Gugatan Eks Presdir Lippo Cikarang Ditolak Terkait Kasus Meikarta, eks presdir lippo cikarang, Bartholomeus Toto, meikarta, suap meikarta, iwa karniwa

Hakim Ketua Sujarwanto saat menjatuhkan putusan menolak gugatan eks Presdir Lippo Cikarang di PN Jaksel, Selasa (14/1/2020). (Suara.com/Stephanus Aranditio)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menolak permohonan gugatan eks Presiden Direktur Lippo Cikarang Bartholomeus Toto. Gugatan itu terkait penangkapan dan penetapan statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Meikarta yang ditangani KPK.

Hal itu disampaikan Hakim Sujarwanto dalam sidang putusan gugatan praperadilan Toto di PN Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020) siang.

"Menimbang bahwa permohonan pemohon tidak beralasan dan haruslah ditolak dan petitum tidak perlu dipertimbangkan lagi dan ditolak seluruhnya," kata Hakim Sujarwanto semmbari mengetuk palu.

AYO BACA : Jalani Sidang Perdana, Sekda Jabar Nonaktif Didakwa Terima Suap Rp900 Juta

Majelis hakim menilai proses penangkapan dan penetapan tersangka yang dilakukan KPK terhadap Toto sudah sesuai dengan ketentuan hukum.

Dalam sidang sebelumnya, baik pihak termohon KPK dan pemohon Bartholomeus Toto sama-sama bersikeras memiliki dalil yang kuat terkait penetapan tersangkap suap.

Tim pengacara KPK menghadirkan dua barang bukti dan saksi ahli pidana, yakni Ramlan sementara pengacara Toto, Sultan Abdul Basit menyebut KPK tidak menggunakan dua alat bukti sehingga tidak sah atau ilegal.

AYO BACA : Jadi Tersangka Meikarta, Presdir Lippo Cikarang Akhirnya Ditahan KPK

Menurut Sultan, putusan persidangan tidak dapat dijadikan alat bukti untuk menetapkan tersangka baru.

Sidang praperadilan ini terdaftar di PN Jakarta Selatan pada Rabu (27/11/2019) dengan nomor perkara 151/Pid.Pra/2019/PN JKT.SEL.

Diketahui, Toto telah resmi ditahan bersama Sekretaris Daerah Jawa Barat Nonaktif Iwa Karniwa sebelumnya ditetapkan KPK sebagai tersangka sejak 29 Juli 2019.

Toto diduga memberi suap Rp 10,5 miliar kepada mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin untuk memperoleh kemudahan izin pembangunan proyek Meikarta.

Sementara Iwa diduga menerima uang Rp 900 juta atas perannya memuluskan pengurusan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi untuk keperluan membangun proyek Meikarta. Iwa sendiri sudah ditahan oleh KPK.

AYO BACA : Pengacara Iwa Bantah Kliennya Pegang Kebijakan RDTR Meikarta

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers