web analytics
  

Balita Korban Termometer Rusak, Dirawat Inap 20 Hari

Selasa, 14 Januari 2020 11:40 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Balita Korban Termometer Rusak, Dirawat Inap 20 Hari, Korban, Termometer Rusak, Balita, Dirawat Inap, 20 Hari,

Seorang balita asal Cina harus rawat inap di rumah sakit selama 20 hari karena hasil pemeriksaan termometer yang rusak. (Pixabay/Adriano Gadini)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Seorang balita asal Cina harus rawat inap di rumah sakit selama 20 hari karena hasil pemeriksaan termometer yang rusak.

Selama 10 hari awal, balita disangka menderita demam tinggi gara-gara termometer rusak.

Mulanya, ayah dari balita itu mengatakan, anaknya menderita demam terus-menerus yang tak kunjung turun sejak 8 Desember 2019. Saat itu sang ayah hanya mengecek suhu tubuh anaknya menggunakan termometer.

Karena berhari-hari demamnya tak turun, anak tersebut didiagnosis menderita infeksi bakteri di paru-paru. Setelah bolak-balik menjalani perawatan di rumah sakit selama berbulan-bulan, kondisi balita tersebut mulai stabil.

AYO BACA : Anak Masuk PAUD, Perlukah?

Akhirnya, anak itu dipindahkan ke rumah sakit lain di Zheijang. Tiga hari berselang, anak itu kembali menderita demam.

Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena dokter sebelumnya memberi tahu bahwa demam bisa berakibat fatal pada kondisi bocah tersebut.

Ayah dari balita itu lantas menduga ada sesuatu yang tidak beres. Hal itu karena hasil CT scan dan tes darah menunjukkan kondisi tubuh anaknya normal selama 20 hari. Selain itu, anaknya tampak bersemangat meski hasil termometernya menunjukkan bahwa dia demam.

Bahkan sang ayah melihat dokter tidak meresepkan obat untuk menurunkan demam anaknya. Saat itulah sang ayah mulai curiga mengapa hanya termometer yang menunjukkan suhu tubuh anaknya tinggi.

AYO BACA : Berapa Lama Balita Boleh Bermain Gawai dalam Sehari?

"Di rumah sakit ini, setiap pasien diberikan termometer merkuri sendiri. Perawat sesekali menggunakan termometer digital di dahi atau telinga. Tetapi, hasilnya normal atau sedikit lebih tinggi, yakni 37 derajat Celsius," kata ayah balita tersebut dikutip dari Asia One.

Namun, sang ayah melihat perawat tidak menunjukkan rasa khawatir mengenai kondisi anaknya. Perawat itu pun terus melaporkan bahwa anaknya menderita demam berdasarkan suhu tubuh di bagian dubur.

Setelah 20 hari itu, akhirnya sang ayah mengecek sendiri suhu tubuh anaknya dengan meminta termometer baru. Dia seolah tak percaya bahwa suhu tubuh anaknya normal dari hasil pemeriksaan dua jenis termometer.

Ternyata, selama 20 hari di rumah sakit itu, termometer lama selalu menunjukkan suhu tubuh anaknya 29,3 derajat Celsius. Sementara itu, termometer baru menunjukkan suhu tubuh anaknya mencapai 37,8 derajat Celsius.

Saat itulah sang ayah mengetahui bahwa pihak rumah sakit telah menggunakan termometer yang bermasalah setiap kali mengecek suhu tubuh anaknya.

Dalam kasus ini, selain mengkhawatirkan biaya tagihan rumah sakit anaknya selama dirawat 20 hari, sang ayah pun mencemaskan kondisi anaknya yang menerima segala macam obat dan suntikan karena disangka demam.

Kini, rumah sakit masih mendiskusikan mengenai kompensasi untuk biaya rumah sakit anak tersebut. Sementara itu, anak ini masih menjalani perawatan infeksi paru-paru sebelumnya.

AYO BACA : Tradisi Warga Kota Bandung Menyambut Ramadan di Tahun 1920-an

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers