web analytics
  

Mentan Ajak 700 Petani Bandung Tingkatkan Produksi Sayur dan Buah

Minggu, 12 Januari 2020 20:14 WIB Fira Nursyabani
Bandung Raya - Bandung, Mentan Ajak 700 Petani Bandung Tingkatkan Produksi Sayur dan Buah, Mentan SYL, syahrul yasin limpo, kementerian pertanian, petani bandung, gun gun gunawan

PANGALENGAN, AYOBANDUNG.COM -- Guna memenuhi permintaan pasar lokal dan ekspor, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak 20 kelompok tani atau sekitar 700 petani asal Kabupaten Bandung untuk meningkatkan produksi sayur dan buah. Hal itu dilakukan dengan menjalin kerja dengan PT Alamanda Sejati Utama.

Syahrul mengungkapkan, Kabupaten Bandung memiliki potensi besar di dunia pertanian. Ia menambahkan, kualitas buah dan sayur asal Kabupaten Bandung berorientasi dunia.

“Kami berharap, pemerintah daerah terus mendorong kaum milenial untuk menjadi agropreneur serta mengambil peran dalam memanfaatkan kesuburan tanah Kabupaten Bandung. Pemerintah juga telah menyediakan KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang cukup besar dengan bunga 6%,” ujarnya.

Tak hanya itu, dia juga mengapresiasi sinergitas yang terjalin antara perusahaan ekspor dengan kelompok tani Kabupaten Bandung.

"Saya sangat mengapresiasi kemitraan ini, ke depannya saya mengajak semua pihak untuk meningkatkan produksi tiga kali lipat. Jika perlu bantuan segera sampaikan kepada saya, kita fasilitasi agar petani dapat lebih sejahtera,” ucapnya.

Syahrul menuturkan, jajarannya di karantina pertanian memberikan layanan pemeriksaan di gudang pemilik. Selain untuk menjamin pemenuhan persyaratan teknis negara tujuan ekspor, layanan jemput bola tersebut, dinilai efektif dalam mempercepat proses bisnis perusahaan tersebut.

"Terobosan dan inovasi untuk layanan cepat ekspor ini akan terus dilakukan, juga pemangkasan izin-izin, kami sederhanakan agar ekspor bisa kita genjot," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengajak pemerintah provinsi, daerah serta kepolisian untuk mengawasi permasalahan alih fungsi lahan yang kerap terjadi.

“Siapa yang melakukan alih fungsi lahan, apa lagi ada pejabat yang menandatanganinya akan dihukum 5 tahun penjara. Jika melalui konspirasi, ancamannya sampai 7 tahun kurungan. Ini undang – undang yang berbicara,” jelasnya.

Dalam acara itu, mentan juga melepas ekspor komoditas berupa 20 ton Kentang Granola ke Singapura, 2,5 ton Manggis ke Thailand, dan 2,5 ton Bunga Melati ke Cina.

Wakil Bupati (Wabup) Bandung Gun Gun Gunawan mengungkapkan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan para petani, khususnya di Kabupaten Bandung.

“Dengan adanya kerja sama para petani dan perusahaan serta dorongan dari pemerintah pusat, kami berharap petani di Kabupaten Bandung terus diberi ruang untuk menanam dan diberikan jaminan di hilir berupa jaminan pasar,” ungkap Gun Gun disela sela kegiatan Pelepasan Ekspor komoditas Pertanian Provinsi Jawa Barat di PT Alamanda Sejati Utama Banjaran, Sabtu (11/1/2020).

Sementara untuk memenuhi permintaan pasar dunia, Gun Gun menilai, perlu adanya sosialisasi kepada petani terkait komoditas yang diperlukan di luar negeri.

“Perusahaan pengekspor produk pertanian harus memberikan informasi dan sosialisasi, sehingga petani tidak hanya menanam untuk keperluan lokal namun juga untuk mancanegara. Tak hanya itu, dalam tahap pengemasannya seperti membersihkan buah atau sayur dari serangga, perusahan juga bisa memberdayakan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Menyikapi semakin maraknya alih fungsi lahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung telah memiliki regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

“Pada 30 Desember kemarin, Perda ini telah disahkan. Jadi, lahan–lahan produktif telah dilindungi oleh regulasi tersebut. Sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Bandung diharapkan dapat terjaga,” papar Gun Gun.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers