web analytics
  

Sudah Tahu Cacat, Pegawai Boeing Tak Mau Keluarga Jadi Penumpang 737 Max

Minggu, 12 Januari 2020 08:26 WIB
Umum - Internasional, Sudah Tahu Cacat, Pegawai Boeing Tak Mau Keluarga Jadi Penumpang 737 Max, boeing, boeing 737 max, boeing jatuh, pesawat jatuh

Boeing

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Boeing pekan ini merilis dokumen berisi email dan pesan-pesan internal perusahaan yang isinya memantik kekecewaan dan kemarahan, karena menunjukkan bahwa para pegawai produsen pesawat Amerika Serikat itu sudah mengetahui cacat pada Boeing 737 Max.

Boeing 737 Max sudah dilarang terbang sejak Maret 2019 lalu, setelah mengalami dua kecelakaan fatal yang merengut nyawa ratusan orang. Salah satu kecelakaan terjadi di Indonesia dan melibatkan 737 Max 8 milik maskapai Lion Air.

Email serta pesan-pesan internal perusahaan itu diserahkan Boeing kepada Kongres AS dan FAA (regulator penerbangan sipil AS) sebagai bagian dari upaya transparansi perusahaan di tengah krisis.

"Email-email ini sungguh mengerikan," kata Peter DeFazio, ketua komite transportasi pada Kongres AS yang terlibat dalam investigasi Boeing 737 Max.

Dokumen itu sendiri mengungkap kerisauan para pegawai akan cara-cara yang digunakan Boeing serta para petingginya untuk menutup-nutupi masalah dalam pengembangan pesawat 737 Max dari FAA dan pihak terkait lain.

"Dokumen ini menunjukkan bagaimana Boeing berani lancang demi mengelabui regulator, kru pesawat, dan komunitas penerbangan - bahkan ketika karyawan Boeing sendiri menyuarakan peringatan," tegas DeFazio.

"Saya bisa membayangkan betapa sakitnya keluarga 346 korban membaca dokumen-dokumen baru ini, yang membeberkan kesalahan-kesalahan fatal yang sudah diketahui sejak awal... yang berujung pada pesawat cacat nan mematikan itu," lanjut dia.

Email dan pesan-pesan dari pegawai Boeing itu secara umum menyoroti tentang desain serta simulator yang digunakan untuk merancang Boeing 737 Max.

Salah satu pesan dalam dokumen itu yang memantik amarah adalah ketika salah satu pegawai Boeing bertanya kepada rekannya, "Apa kamu mau keluargamu naik pesawat yang dirancang oleh simulator (Boeing) Max? Saya sih tidak!" tulis pegawai tersebut.

Rekannya menjawab singkat: "Tidak."

Sementara pegawai yang lain menulis, "Saya belum diampuni Tuhan karena telah menutup-nutupi (masalah Boeing 737 Max) tahun lalu."

Sebelumnya juga diwartakan bahwa para pegawai Boeing menyebut pesawat 738 Max "dirancang oleh badut dan disupervisi oleh monyet."

FAA sendiri, setelah membaca dokumen tersebut, mengatakan semua potensi cacat Boeing 737 Max yang terungkap dalam surat-surat itu sudah diatasi. Tetapi "isi dan nada bahasa yang digunakan dalam dokumen-dokumen itu sungguh mengecewakan."

Boeing 737 Max dilarang terbang di seluruh dunia setelah dua pesawat tersebut jatuh dan menewaskan ratusan orang dalam tempo kurang dari satu tahun.

Kecelakaan pertama melibatkan Boeing 737 Max milik Lion Air terjadi di Laut Jawa pada Oktober 2018. Sebanyak 189 orang tewas dalam peristiwa itu.

Kecelakaan kedua terjadi di Ethiopia pada Maret 2019 dan melibatkan Boeing 737 Max milik Ethiopian Airlines. Korban tewas mencapai 157 orang. 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

1.000 Dosis Vaksin di Jepang Terbuang Cuma-cuma

Internasional Selasa, 2 Maret 2021 | 13:25 WIB

Lebih dari 1.000 dosis vaksin virus corona justru terbuang percuma di Jepang.

Umum - Internasional, 1.000 Dosis Vaksin di Jepang Terbuang Cuma-cuma, Vaksin,Jepang,COVID-19,Pfizer/BioNTech

Rumah Keluarga Donald Trump Dijual Seharga Rp 695,8 Miliar

Internasional Selasa, 2 Maret 2021 | 12:45 WIB

Sebuah rumah yang berada di Palm Beach, Florida, tepatnya di seberang klub golf elite Mar-a-Lago dijual seharga 49 juta...

Umum - Internasional, Rumah Keluarga Donald Trump Dijual Seharga Rp 695,8 Miliar , Donald Trump,Rumah Donald Trump dijual,Melanie Trump,Keluarga Donald trump

Hewan Khas Indonesia Terlahir di Amerika Serikat

Internasional Selasa, 2 Maret 2021 | 12:15 WIB

Reese, 12 tahun, yang melahirkan untuk pertama kali, mencium bayinya yang berambut merah itu.

Umum - Internasional, Hewan Khas Indonesia Terlahir di Amerika Serikat, Orang Utan,Indonesia,Amerika Serikat

WHO: Pandemi Tidak Akan Selesai Tahun Ini

Internasional Selasa, 2 Maret 2021 | 09:57 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pandemi Covid-19 tidak akan berakhir tahun ini. Hal itu diungkapkan setelah...

Umum - Internasional, WHO: Pandemi Tidak Akan Selesai Tahun Ini, Pandemi Covid-19,pndemi covid-19 kapan berakhir,pandemi covid-19 berakhir,Pandemi

Vaksin di Jepang Terbuang Percuma Akibat Mesin Pendingin Rusak

Internasional Selasa, 2 Maret 2021 | 09:47 WIB

Lebih dari 1.000 dosis vaksin virus Covid-19 terbuang percuma di Jepang. Hal tersebut terjadi setelah suhu lemari penyim...

Umum - Internasional, Vaksin di Jepang Terbuang Percuma Akibat Mesin Pendingin Rusak, vaksin corona,Vaksin Covid-19,Vaksinasi Corona,Vaksinasi Covid-19,Vaksin Covid-19 rusak

Trump Kritik Kinerja Biden Sebulan Jadi Presiden AS

Internasional Senin, 1 Maret 2021 | 21:34 WIB

Mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerang dan mengkritik penerusnya Joe Biden dalam pidato di Orlando, Ming...

Umum - Internasional, Trump Kritik Kinerja Biden Sebulan Jadi Presiden AS, Donald Trump,Joe Biden,Trump Kritik Biden

Presiden Ghana: Vaksin Tidak Dibuat untuk Memusnahkan Ras Afrika

Internasional Senin, 1 Maret 2021 | 16:45 WIB

Sejauh ini, Ghana telah mencatatkan 84 ribu kasus Covid-19 dengan 607 kematian.

Umum - Internasional, Presiden Ghana: Vaksin Tidak Dibuat untuk Memusnahkan Ras Afrika, Vaksin,COVID-19,Afrika,Ghana

Mengundurkan Diri dari Kerajaan, Pangeran Harry akan Bernasib Tragis s...

Internasional Senin, 1 Maret 2021 | 16:30 WIB

Sejumlah tabloid dikabarkan melakukan tindak rasialisme dan perundungan terhadap Meghan Markle, istri Pangeran Harry, ya...

Umum - Internasional, Mengundurkan Diri dari Kerajaan, Pangeran Harry akan Bernasib Tragis seperti Putri Diana?, Pangeran Harry,Meghan Markle,Duke dan Duchess of Sussex,Kerajaan Inggris,Putri Diana

artikel terkait

dewanpers