web analytics
  

Ledakan di Masjid Pakistan Tewaskan Imam dan 14 Jemaah

Sabtu, 11 Januari 2020 09:29 WIB
Umum - Internasional, Ledakan di Masjid Pakistan Tewaskan Imam dan 14 Jemaah, Ledakan, bom di Masjid, Pakistan, Tewaskan, Imam, 14, Jemaah,

Sejumlah jemaah berduka atas kematian seorang kerabat yang terbunuh dalam ledakan di sebuah masjid, di kamar mayat rumah sakit di Quetta, Pakistan 10 Januari 2020. (REUTERS/Naseer Ahmed)

KARACHI, AYOBANDUNG.COM -- Ledakan dahsyat di sebuah masjid di Pakistan menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk seorang imam dan seorang perwira senior polisi, Jumat (10/1/2020).

Ledakan juga menyebabkan 20 lainnya terluka di provinsi Balochistan yang bergolak di Pakistan. Ledakan itu berselang 3 hari setelah ledakan bom yang menewaskan dua orang di Quetta.

Sifat ledakan, yang terjadi di dalam masjid selama salat Magrib di lingkungan Ghousabad, tidak segera diketahui, surat kabar Dawn melaporkan.

Wakil Inspektur Jenderal (DIG) Quetta Abdul Razzaq Cheema mengatakan, Wakil Kepala Inspektur Polisi (DSP) Amanullah termasuk dalam 15 orang yang tewas dalam insiden itu.

Dilansir One India, Jumat, menurut beberapa laporan media, petugas polisi yang terbunuh itu kemungkinan menjadi sasaran. The Express Tribune melaporkan, bulan lalu, pria bersenjata tak dikenal membunuh putra DSP di Quetta.

Sebanyak 20 orang lainnya juga terluka dalam ledakan itu. Badan-badan penegak hukum telah menutup area untuk menyelidiki insiden tersebut.

Masjid itu terletak di daerah mayoritas Pashtun yang berpenduduk padat. Regu penjinak bom dan personel keamanan masih mencari bom lain di area masjid.

Sementara itu, keadaan darurat telah diumumkan di semua rumah sakit di daerah tersebut. Rekaman TV menunjukkan puing-puing dan pecahan kaca tersebar di lantai masjid.

Tidak ada yang langsung mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu. Sayap media militer Pakistan ISPR mengatakan, pasukan Frontier Corp (FC) Balochistan telah mencapai lokasi dan sedang melakukan operasi pencarian bersama dengan polisi.

"Setiap kemungkinan bantuan diberikan kepada polisi dan administrasi sipil. Mereka yang menargetkan orang tak bersalah di masjid tidak akan pernah bisa menjadi Muslim sejati," ISPR mengutip perkataan panglima militer Jenderal Qamar Bajwa.

Menteri Utama Balochistan Jam Kamal Khan mengutuk insiden itu dan menyatakan kesedihan atas adanya korban tewas.

Menanggapi insiden itu, Menteri Dalam Negeri Balochistan Zia Langove mengutuknya, dengan mengatakan teroris takut dengan perkembangan Pakistan.

"Musuh internal dan eksternal gagal melakukan upaya menciptakan kepanikan dan kerusuhan di negara ini," katanya dalam sebuah pernyataan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers