web analytics
  

Unpad Resmikan Bandung Bee Sanctuary

Jumat, 10 Januari 2020 17:43 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Unpad Resmikan Bandung Bee Sanctuary, bandung bee santuary, fakultas teknologi ilmu pangan unpad, ftip unpad,

Universitas Padjadjaran melalui komunitas bisnis The Local Enablers meresmikan kebun budidaya lebah

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Universitas Padjadjaran melalui komunitas bisnis The Local Enablers meresmikan kebun budidaya lebah "Bee Sanctuary" di sebuah lahan seluas 7 hektar di bilangan Dago Pojok Bandung, Jumat (10/12/2020).

Bandung Bee Sanctuary (BBS) Unpad ini disebut sebagai yang pertama di Indonesia karena mengusung konsep yang berbeda dengan kebun budidaya lebah di tempat lainnya.

Koordinator BBS sekaligus dosen di Fakultas Teknologi Ilmu Pangan (FTIP) Unpad, Dwi Purnomo menyebutkan, BBS memiliki konsep inovasi sosial dalam penerapan budidaya lebah hingga pemanfaatan produknya. Tak hanya petani lebah, BBS juga menggaet anak muda hingga warga dengan modal sosio-ekonomi rendah untuk saling berkolaborasi.

AYO BACA : Cetak Lulusan Unggul, Rektor Unpad Dorong Kurikulum Ikuti Zaman

"Kami mempertemukan anak muda dan orangtua dengan mengenakan model bisnis baru ketimbang hanya mengajak mereka untuk memproduksi madunya saja," ungkap Dwi.

Tak hanya budidaya lebah untuk menghasilkan madu, di BBS juga terdapat pengembangan teknologi internet of things (IoT) yang diaplikasikan pada masing-masing stub lebah. IoT berupa teknologi sensor tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengumpulkan berbagai data terkait lebah dan kesehatan lingkungan di tempat tersebut.

Selain itu, di BBS juga dikembangkan model bisnis guna memasarkan hasil produk olahan madu menjadi panganan dan minuman siap saji. Semua kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat mulai dari mahasiswa, dosen, peneliti hingga masyarakat sekitar.

AYO BACA : Ahli Perikanan Unpad Tanggapi Kisruh Ekspor Benih Lobster

"Tidak hanya budidaya lebah, kami mengkolaborasikan berbagai bisnis model, ada teknologi internet juga, banyak produk turunan madu hingga 18 buah di sini," jelasnya.

Rektor Unpad Rina Indiastuti mengapresiasi inovasi yang lahir dari kolaborasi berbagai stakeholder Unpad ini. Dirinya mengatakan, BBS merupakan salah satu wujud nyata kewirausahaan sosial yang memberdayakan.

"Di sini mahasiswa enggak hanya ikut eksis, tapi juga benar-benar terlibat berperan. Ini contoh praktik sociotechnepreneurship yang baik," ungkapnya.

Dirinya berharap, kreativitas dalam menciptakan berbagai inovasi yang mensejahterakan lingkungan sekitar dapat terus dikembangkan oleh para civitas akademika Unpad.

"Ke depannya silahkan kreativitas terus ditumbuhkan, kami yakin bentuk kolaborasi seperti ini bisa menjadi ajang belajar sepanjang hayat," jelasnya.

AYO BACA : Ini Strategi Unpad Tembus 500 Perguruan Tinggi Terbaik Dunia

Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers