web analytics
  

Manny Pacquiao Terpilih Jadi Petinju Terbaik Dunia 2019

Jumat, 10 Januari 2020 11:03 WIB

Petinju Manny Pacquiao. (Instagram/@mannypacquiao)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Manny Pacquiao terpilih sebagai Petinju Terbaik Dunia 2019 versi World Boxing News (WBN). Pacquiao unggul telak atas pesaing terdekatnya Saul Alvarez.

Berdasarkan hasil polling yang digelar WBN, ikon tinju dunia itu mendapat perolehan 16.890 suara atau 86,14% dari total 19.620 suara. Petinju 41 tahun itu mengalahkan petinju kenamaan Meksiko, Saul Alvarez, yang hanya mendapat 1.222 suara atau 6%.

Posisi ketiga ditempati juara dunia kelas bantam WBA (Super) dan IBF asal Jepang, Naoya Inoue, dengan perolehan 689 suara (3,5%).

AYO BACA : Manny Pacquiao Kembali Naik Ring Februari 2020

Masih Bertaji

Kendati usianya sudah menginjak kepala empat, namun Manny Pacquiao masih memiliki taji. Terbukti, pria yang juga senator di Filipina itu mampu mengalahkan Keith Thurman yang 10 tahun lebih muda darinya.

Dalam duel yang berlangsung di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, AS pada 20 Juli 2019, Pacquiao menang angka atas Thurman. Kemenangan tersebut membuat Manny Pacquiao merebut sabuk juara dunia kelas welter WBA (Super).

AYO BACA : Manny Pacquiao Juara Welter Super WBA, Menang Angka dari Thurman

Naik Ring

Manny Pacquiao dijadwalkan baru akan kembali naik ring lagi pada Maret atau April 2020 mendatang. Pasalnya ia masih harus menunggu masa reses parlemen Filipina yakni mulai 14 Maret hingga 3 Mei 2020.

Hal ini sebagaimana disampaikan beberapa waktu lalu oleh Presiden MP Promotion yang juga penasihat Manny Pacquiao, Sean Gibbons. Gibbons menyebut ada tiga petinju yang menjadi kandidat lawan dari Manny Pacquiao dalam pertarungan nanti.

"Calon lawannya masih sekitar Danny Garcia, Shawn Porter, atau Mikey Garcia," kata Gibbons, dikutip dair The Sun, Jumat (29/11/2019).

AYO BACA : Floyd Mayweather tak Tertarik Lawan Pacquiano Kembali, Ini Alasannya

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers