web analytics
  
Banner Kemerdekaan

3 Mantan Petinggi Jiwasraya Diperiksa Kejagung

Kamis, 9 Januari 2020 16:20 WIB

Jiwasraya (republika)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Tiga mantan jajaran direksi PT Asuransi Jiwasraya diperiksa di Kejaksaan Agung (Kejakgung). Pemeriksaan tersebut masih menyangkut kasus dugaan korupsi penyebab gagal bayar perusahaan perlindungan jiwa itu. Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman mengatakan, pemeriksaan tersebut lanjutan dari penyidikan.

Adi menerangkan, ada tujuh nama yang diperiksa oleh tim penyidikan khusus, Kamis (9/1). Tiga di antaranya, adalah mantan Direktur Utama PT Jiwasraya, Hendrisman Rahim, Direktur Pemasaran PT Jiwasraya, De Young Adrian, dan Direktur SDM dan Kepatuhan Jiwasraya, Muhammad Zamkhani.

“Seperti yang saya sampaikan setiap hari kepada teman-teman (wartawan), pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan lanjutan,” ujar dia, Kamis (9/1).

AYO BACA : Kejagung Periksa 7 Saksi Kasus Jiwasraya

Selain tiga nama mantan petinggi itu, Adi membeberkan ada satu nama, yakni Bambang Harsono, selaku mantan Sales Manager Bancassurance Jiwasraya Udhi Prasetyanto yang ikut dipanggil untuk diperiksa. Satu lagi, yakni Novi Rahmi selaku mantan Kepala Divisi SDM Jiwasraya.

“Dari tujuh yang dipanggil, satu nama yang tidak hadir. Jadi ada enam yang diperiksa hari ini.  Tetapi nanti yang tidak hadir akan dipanggil kembali untuk diperiksa,” sambung Adi.

Pengungkapan gagal bayar PT Jiwasraya masih menjadi kasus prioritas yang akan ditangani Kejakgung. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Rabu (8/1) menyampaikan, sudah 98 orang yang diperiksa sebagai saksi oleh tim khususnya. Selain memeriksa puluhan saksi itu, tim penyidikan juga ikut menggeledeh 13 perusahaan asuransi yang diduga menikmati dana investasi dari PT Jiwasraya. Diantaranya, PT Hanson Internasional Tbk, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Pool Advista Asset Management, dan PT CorfinaCapital. Selain itu, PT Millenium Capital Managemenet, dan PT Jasa Capital Asset Management.  

AYO BACA : Alasan Ketua KPK Firli Bahuri Tak Campuri Penanganan Kasus Jiwasraya

Namun sejak Desember 2019, penyidikan oleh Kejakgung, belum juga menetapkan tersangka. Burhanuddin, berjanji untuk menetapkan tersangka dalam waktu dua bulan. Ia pun meyakini, sudah memiliki bukti-bukti kuat untuk menjerat sejumlah nama menjadi tersangka.

“Kami sudah punya ancer-ancer siapa pelakunya (yang membuat PT Jiwasraya mengalami gagal bayar),” ujar dia, Rabu (8/1).

Akan tetapi, Burhanuddin belum mau membeberkan tersangkanya itu. Karena, menurut dia, tim penyidik masih menunggu hasil investigasi Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang menjadi auditor penentu angka pasti kerugian negara.

BPK dalam hasil pendahuluan pemeriksaan investigatif PT Jiwasraya, menilai kasus gagal bayar BUMN asuransi itu, berdampak gigantik sistemik. Ketua BPK Agung Firman Sampurna, Rabu (8/1) menyampaikan sejumlah penyimpangan yang membuat kerugian PT Jiwasraya sejak 2006. Kata dia, ada beberapa kategori aksi korporasi yang dilakukan manajemen PT Jiwasraya yang membuet kerugian triliuan Rupiah. Seperti dalam pengalihan dana asuransi Saving Plan yang membuat PT Jiwasraya gagal bayar senilai Rp 13,7 tirliun.

AYO BACA : Pengamat Asuransi: OJK Harus Tanggung Jawab Atas Kasus Jiwasraya!

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers