web analytics
  

Fakhri Husaini Tidak Mau Jadi Asisten Pelatih Shin Tae-yong

Kamis, 9 Januari 2020 14:50 WIB
Olahraga - Sport, Fakhri Husaini Tidak Mau Jadi Asisten Pelatih Shin Tae-yong, Fakhri Husaini Tidak Mau Jadi Asisten Pelatih Shin Tae-yong

Mantan pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini, mengaku tidak mau menjadi asisten pelatih Shin Tae-yong. (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 dan U-19, Fakhri Husaini, menegaskan tidak ingin menjadi asisten pelatih Shin Tae-yong.

Fakhri pun meminta kepada PSSI untuk berhenti melakukan pendekatan padanya.

"Sekitar tanggal 6 November 2019, Bang Danur (Direktur Teknik PSSI, Danurwindo) sudah menemui saya di Jakarta. Saya sudah mengatakan tidak mau menjadi asisten pelatih. Jawaban saya sudah final," kaa Fakhri, dikutip dari Suara.com.

AYO BACA : Fakhri Husaini Punya Syarat Jika Dipanggil PSSI Lagi

"Untuk apa petinggi PSSI menemui saya lagi? Kan Bang Danur sudah wakili PSSI. Sudahlah, berhenti mengajak saya. PSSI sudah menemukan pelatih yang cocok, tinggal cari asisten pelatih lain saja," ujar mantan gelandang andalan Timnas Indonesia itu.

Menurut pria berusia 54 tahun itu, ada beberapa alasan dia menolak menjadi asisten Shin Tae-Yong.

Pertama, PSSI melalui Danurwindo tidak bisa memberikan alasan yang memuaskan terkait penunjukkan Fakhri sebagai asisten Shin Tae-Yong.

AYO BACA : Besok, Pelatih Timnas Shin Tae-yong Akan Bawa Asisten dari Korea

Hal itu membuat Fakhri beranggapan bahwa PSSI menawarkan posisi asisten karena statusnya sebagai pelatih lokal.

"Kalau misalnya saya dianggap tak mampu tangani tim sebagai pelatih kepala, saya menganggap mereka melecehkan saya sebagai pelatih lokal. Kecuali kami gagal kemarin di kualifikasi Piala Asia U-19 atau lolos ke putaran final sebagai runner-up terbaik atau lolos dengan tersandung-sandung, okelah. Saya tidak melihat alasan seperti itu," kata Fakhri.

Kedua, Fakhri tidak ingin meninggalkan staf kepelatihannya di timnas U-19 yang membantunya sepanjang 2019. Pelatih asal Aceh ini tidak ingin terkesan menyelamatkan diri sendiri.

Alasan lain, pelatih yang sukes membawa Timnas Indonesia U-16 kampiun Piala AFF U-16 2018 tersebut menilai, posisi asisten pelatih tidak memberikan tantangan dalam kariernya.

Fakhri ke depannya hanya ingin jadi pelatih kepala di tim yang dia tangani.

"Kalau saya mau berpikir enak, berpikir nyaman, saya akan menerima jabatan itu. Jabatan asisten pelatih itu paling enak. Andai tim gagal, dia tidak diapa-apakan orang, ngumpet di balik ketiak pelatih kepala. Saya tidak akan melakukan itu," ujarnya.

AYO BACA : Demi Bantu Shin Tae-Yong, Indra Sjafri Tolak Tawaran Sejumlah Klub

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers