web analytics
  

Terancam Pergerakan Tanah, Ratusan Warga Cianjur Diungsikan

Rabu, 8 Januari 2020 20:21 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Terancam Pergerakan Tanah, Ratusan Warga Cianjur Diungsikan, Longsor, Cianjur, Warga Diungsikan, Pergerakan Tanah,

Warga Kampung Cibadak RT 02/08, Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, diungsikan lantaran terancam tertimbun longsoran. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 30 rumah yang dihuni 122 warga Kampung Cibadak RT 02/08, Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, diungsikan lantaran terancam tertimbun longsoran akibat pergeseran tanah.

Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, gerakan tanah baru diketahui pada Minggu (5/1) petang. Saat ini yang terdampak pergerakan tanah yakni lahan sawah seluas 35-50 meter persegi dengan lebar rekahan tanah mencapai 25-30 meter.

AYO BACA : Tingkatkan PAD, Cianjur Tambah 3 Destinasi Wisata

"Kami mendapatkan laporan terjadi pergerakan tanah dari Retana (relawan tangguh bencana) Desa Sukamahi. Kami menurunkan personel mengecek langsung ke lapangan," ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Mochammad Irfan Sofyan pada Ayobandung.com, Rabu (8/1/2020).

Tim BPBD, terang Irfan, sudah berkoordinasi dengan aparatur pemerintahan desa dan kecamatan setempat. Selain koordinasi menangani rekahan, dilakukan juga pemetaan wilayah yang sekiranya bisa digunakan sebagai tempat evakuasi seandainya terjadi hal-hal tak diinginkan.

AYO BACA : Bupati Cianjur Siap Pecat Oknum Pegawai Disdukcapil Terlibat Percaloan

"Masyarakat sudah diimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi yang bisa ditimbulkan akibat pergerakan tanah tersebut," jelasnya. 

Curah hujan tinggi setiap hari, diduga menjadi pemicu terjadinya pergerakan tanah tinggi. Apalagi sebelumnya wilayah Cianjur dilanda kekeringan saat kemarau panjang beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut mengakibatkan retakan-retakan tanah mereka saat diguyur hujan.

"Ada pemukiman padar di bawahnya, jika terjadi pergeseran tanah yang berujung longsor, kemungkinan akan menjadi korban. Lokasinya kami nyatakan berada pada zona berbahaya. Hingga saat ini tim dari BPBD atau Retana, Bhabinkamtibmas, dan aparatur desa serta kecamatan, masih stand by di lokasi. Berbagai langkah antisipasi sudah dilakukan," jelasnya.

Irfan mengaku segera berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mengkaji pergerakan tanah di Desa Sukamahi. Sambil menunggu hasil kajian, BPBD sudah meminta pihak kecamatan dan desa agar menyiagakan masyarakat selalu waspada.

AYO BACA : Herman Kecewa Pameran UMKM Rusak Alun alun Cianjur

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers