web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Pansus Pilkades DPRD Kabupaten Bandung Diduga Umrah dari Dana Perjalanan Dinas

Selasa, 7 Januari 2020 17:53 WIB Mildan Abdalloh

Ilustrasi pilkades. (istimewa)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Perjalanan dinas Pansus Pilkades DPRD Kabupaten Bandung berujung polemik. Empat orang anggota Pansus dituding umrah dari dana perjalanan dinas.

Tudingan biaya umrah 4 orang anggota Pansus Pilkades DPRD Kabupaten Bandung ramai diperbincangkan di lini massa.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Sugianto mengatakan, tudingan 4 orang anggota Pansus Pilkades di sosial media terjadi karena ada kesalahan komunikasi di tubuh pansus.

Dia menjelaskan awal mula Pansus Pilkades dibentuk karena ada temuan sejumlah masalah di lapangan. "Jadi pansus Pilkades ini dibentuk untuk mencari tahu akar masalah yang terjadi dan membuat rekomendasi untuk perbaikan pilkades selanjutnya," tutur Sugianto, Selasa (7/1/2020).

AYO BACA : Ketua DPRD Minta Dinas Lakukan Reformasi Birokrasi

Sebanyak 8 orang ditunjuk menjadi anggota Pansus Pilkades, mereka adalah pimpinan Fraksi masing-masing partai di DPRD Kabupaten Bandung. Kedelapan orang tersebut adalah Cecep suhendar, Osin Permana, Praniko Imam sagita, Dadan Konjala, Reni, Zenal, Toni Permana dan Eep Jamaludin.

Karena bersifat Pansus dadakan, maka anggaran yang disediakan juga tidak maksimal. Bahkan kata Sugianto bisa disebut kurang.

Pada Desember 2019, Pimpinan DPRD memberi tambahan anggaran untuk kepentingan perjalanan dinas yakni studi banding ke Brebes.

"Anggaran yang diberikan sebenarnya bersumber dari anggaran perjalanan Dinas Pimpinan DPRD, bukan untuk Pansus, tapi karena Pansus kurang anggaran jadi kami alihkan," ujarnya.

AYO BACA : Komisi C DPRD Kabupaten Bandung Soroti Potensi PAD Dishub

Anggaran yang diberikan untuk perjalanan dinas tersebut, hanya cukup bagi 4 orang, sementara anggota pansus ada 8 orang.

Namun kata Sugianto, terjadi missed comunication ditubuh Pansus, 4 orang yang berangkat ke Brebes tidak berkomunikasi dengan 4 anggota lain.

Disaat tidak berapa lama, 4 orang yang berangkat studi banding ke Brebes tersebut berangkat umrah. Sehingga muncul isu jika keempat orang tersebut menggunakan dana studi banding untuk umrah.

"Harusnya memang mereka berkomunikasi di Pansus, karena anggaran perjalanan dinasnya hanya cukup untuk 4 orang. Jadi ada missed communication saja, masalah ini sudah clear, semua anggota Pansus sudah menerima," paparnya.

Sugianto mengatakan dana untuk perjalanan dinas ke Brebes tersebut secara jumlah juga tidak akan mencukupi jika digunakan untuk umrah.

"Satu orang hanya mendapat Rp7 jutaa-an untuk perjalanan dinas studi banding ke Brebes itu. Tidak akan cukup untuk biaya umrah," ujarnya.

Dia berharap jagat lini massa tidak lagi mempermasalahkan masalah tersebut.

AYO BACA : Fraksi Golkar Dorong Pemkab Bandung Bentuk Kelurahan Baru

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers