web analytics
  

BMKG Bantah Adanya Gempa Megathrust Hari Ini

Senin, 6 Januari 2020 20:31 WIB Adi Ginanjar Maulana

Logo BMKG. (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklarifikasi terkait beredarnya berita viral yang memberitakan gempa Lombok akan memicu aktifnya sumber gempa megathrust.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly mengatakan gempa Lombok memiliki sumber gempa berbeda dengan megathrust. 

"Gempa Lombok dibangkitkan oleh sesar naik Flores, sedangkan sumber gempa megathrust dibangkitkan oleh aktivitas tumbukan lempeng di zona subduksi," katanya melalui keterangan resmi, Senin (6/12/2020).

Menurutnya, peristiwa gempa Lombok tidak akan memicu aktifnya gempa megathrust. Sebab, keduanya merupakan sumber gempa yang berbeda dengan jarak yang cukup jauh. Selain itu, kondisi aktivitas kegempaan di Pulau Lombok sat ini sudah memasuki kondisi stabil dan tidak akan mempengaruhi sumber gempa megathrust.

AYO BACA : BMKG Kembangkan Sistem Deteksi Gempa Baru, Umumkan Sebelum Guncangan Terasa

Potensi gempa kuat di zona megathrust Jawa merupakan hasil kajian model yang siapapun tidak tahu kapan terjadinya. Untuk itu, BMKG meminta masyarakat saat ini tidak perlu mengkait-kaitkan kemungkinan akan terjadinya gempa kuat yang berdampak di Jakarta.

"Informasi hari ini terjadi gempa di Hawai berkekuatan Magnitudo 8,2, gempa di Fiji Magnitudo 8,2, gempa Jepang magnitudo 6,4, dan gempa Lombok magnitudo 7 juga berita bohong. Hasil monitoring BMKG dan lembaga monitoring gempa di dunia pada hari ini tidak mencatat aktivitas gempa tersebut," ujarnya.

Terkait isu akan terjadinya gempa di kawasan Bandung utara dan Jakarta akibat aktivitas Sesar Lembang dan Sesar Cimandiri juga berita bohong. 'Untuk itu dimohon masyarakat tidak mempercayainya," ujarnya.

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing berita bohong serta isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

AYO BACA : BMKG: Indonesia Alami Gempa 5.000 Hingga 6.000 Kali Setahun

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers