web analytics
  

Masuki 2020, Perempuan Tertua di Dunia Ulang Tahun ke-117

Senin, 6 Januari 2020 15:22 WIB

Kane Tanaka, perempuan tertua di dunia asal Jepang, baru merayakan ulang tahun ke-117 pada 2 Januari 2020. (News.com.au)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kane Tanaka, perempuan tertua di dunia, baru merayakan ulang tahun ke-117 pada 2 Januari 2020.

Perempuan asal Jepang tersebut merayakan ulang tahunnya di sebuah panti jompo di daerah Fukuoka, Jepang Selatan, bersama staf dan teman-temannya.

Menurut staf, Tanaka memiliki “nafsu makan yang kuat” dan penggemar berat permen. Dia biasa minum tiga kaleng kopi sehari, soda, dan berbagai minuman energi.

Meski demikan, dilansir dari News.com.au, dikatakan bahwa Tanaka bersyukur diberi umur yang panjang. Hal itu merupakan nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan.

AYO BACA : Nenek 99 Tahun Baru Terima Surat Cinta dari Tunangannya yang Hilang di PD II

Cuplikan dari stasiun penyiaran lokal TVQ Kyushu Broadcasting Co menunjukkan nenek Tanaka tengah menggigit sepotong kue pada perayaan ulang tahunnya.

"Enak," katanya sambil tersenyum dan menambahkan, "Aku ingin lagi."

Nenek Tanaka diakui oleh Guinness World Records sebagai perempuan tertua di dunia, berusia 116 tahun 66 hari pada 9 Maret 2019. Rekor tersebut sebelumnya dipegang oleh Chiyo Miyako, yang meninggal pada usia 117 pada hari Minggu, 22 Juli 2018.

Meski demikian, Tanaka bukanlah perempuan tertua yang pernah ada. Gelar tersebut dipegang oleh perempuan Perancis, Jeanne Louise Calment, yang hidup sampai usia 122 tahun.

AYO BACA : Nenek Gaul Asal Jepang Ini Viral Berkat Fotonya Bak di Dunia Sihir

Nenek Tanaka sendiri lahir prematur pada 1903 dan menikah dengan Hideo Tanaka pada 1922, menurut Guinness World Records. Pasangan itu memiliki empat anak dan memiliki anak adopsi sebagai anak kelima.

Selama Perang Dunia II, Tanaka membuka gerai mi shiruko dan udon bersama suaminya. Setelah Hideo dan putranya meninggal selama perang, dia terus bekerja berjualan mi hingga akhirnya pensiun pada usia 63 tahun.

Jepang memang merupakan negara dengan angka harapan hidup yang tinggi. Banyak rekor orang tertua datang dari Negeri Sakura tersebut.

Hanya saja, usia tua adalah simbol dari banyaknya populasi orang uzur di Jepang. Bahkan pada 2017, usia orang lebih dari 90 tahun ada pada angka dua juta populasi. Jumlah total lansia Jepang di atas usia 65 mencapai 35,14 juta pada 2017, mewakili 27,7 persen dari populasi keseluruhan.

Di Jepang, jumlah kelahiran turun menjadi di bawah satu juta untuk pertama kalinya pada tahun 2016, sementara tahun lalu, jumlah bayi yang lahir turun sekitar 5,9% menjadi kurang dari 900.000.

Media The Independent melaporkan para ahli menghubungkan populasi Jepang yang menyusut akibat orang-orang muda yang lebih fokus pada karier dan tidak melakukan hubungan seks atau perkawinan.

AYO BACA : Cartem, Nenek di Indramayu yang Sebatang Kara dan Andalkan Tetangga

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers