web analytics
  

Bebal, Kapal Cina Tetap Tak Mau Angkat Kaki dari Natuna

Senin, 6 Januari 2020 11:49 WIB
Umum - Nasional, Bebal, Kapal Cina Tetap Tak Mau Angkat Kaki dari Natuna, china, china di natuna, china klaim natuna, nelayan china, nelayan indonesia, tni AL, TNI angkatan laut, natuna, batas negara Indonesia

Pergerakan kapal Coast Guard China terlihat melalui layar yang tersambung kamera intai dari Pesawat Boeing 737 Intai Strategis AI-7301 Skadron Udara 5 Wing 5 TNI AU Lanud Sultan Hasanudin Makassar saat melakukan patroli udara di Laut Natuna, Sabtu (4/1/2020). (Antara/Republika)

TANJUNG PINANG, AYOBANDUNG.COM--Pihak TNI AL menyatakan, penambahan armada laut Indonesia di Laut Natuna Utara belum berhasil menghalau keluar kapal-kapal nelayan dan Penjaga Pantai Republik Rakyat Cina (RRC) dari wilayah itu. Penambahan kekuatan akan dilakukan terkait hal itu.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI Laksamana Madya Yudo Margono menyatakan, hingga Ahad (5/1/2020), kapal nelayan Cina bertahan di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau (Kepri). Menurut Pangkogabwilhan I, kapal-kapal asing itu bersikukuh melakukan penangkapan ikan dalam jarak 130 mil laut dari Ranai, Kepulauan Natuna.

"Mereka didampingi dua kapal penjaga pantai dan satu kapal pengawas perikanan Cina," kata Yudo Margono di Pangkalan Udara TNI AL Tanjungpinang, Kepri, Ahad.

Yudo menegaskan, TNI sudah melakukan gelar operasi dengan menurunkan dua unsur KRI guna mengusir kapal asing itu keluar dari Laut Natuna. "Kami juga gencar berkomunikasi secara aktif dengan kapal Penjaga Pantai Cina agar dengan sendirinya segera meninggalkan perairan tersebut," ungkapnya.

Operasi ini, kata dia, tidak memiliki batas waktu sampai kapal Cina betul-betul angkat kaki dari wilayah maritim Indonesia. "Fokus kami sekarang ialah menambah kekuatan TNI di sana. Besok (hari ini—Red) akan kami gerakkan empat unsur KRI (kapal perang Republik Indonesia) lagi untuk mengusir kapal-kapal itu," ujar dia.

AYO BACA : Nelayan Cina Tangkap Ikan Gunakan Pukat Harimau di Laut Natuna

Sampai saat ini, kata dia, tindakan yang dilakukan TNI masih bersifat persuasif dengan memperingatkan kapal Cina bahwa mereka sudah menerobos sekaligus menangkap ikan secara ilegal di Laut Natuna. "TNI mengedepankan upaya damai dalam menangani persoalan ini," katanya.

Saling adang di Laut Natuna Utara bermula saat puluhan kapal nelayan Cina dengan kawalan Penjaga Pantai Cina memasuki wilayah laut Indonesia di Laut Natuna Utara pada pertengahan Desember lalu.

Kapal-kapal TNI AL dan Badan Kemanan Laut (Bakamla) berulang kali melakukan pengusiran, tetapi penerobosan terus terjadi. Pada 31 Desember 2019, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memanggil duta besar RRC untuk Indonesia guna melayangkan nota protes.

Sehubungan penerobosan masih juga terjadi, pada Jumat (3/1), Indonesia melalui rapat lintas kementerian/lembaga di Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Kemenko Polhukam) memutuskan pengiriman kapal-kapal tempur dan kapal patroli tambahan ke Kepulauan Natuna. Tiga KRI sejak beberapa hari lalu sudah berada di Natuna dan dua KRI tambahan dari Jakarta tiba di Natuna pada Sabtu (4/1).

Indonesia mengeklaim kedaulatan di Laut Natuna Utara seturut Konvensi Hukum Laut PBB 1982 yang menetapkan bahwa zona ekonomi eksklusif (ZEE) suatu negara adalah 200 mil laut dari daratan yang dikuasai. Sedangkan, Cina berkukuh, sebagian besar Laut Cina Selatan yang diliputi garis imajiner “Nine Dash Line” alias Sembilan Garis Putus-putus adalah wilayah mereka secara historis.

AYO BACA : Susi Pudjiastuti Buka Suara Soal Klaim Cina Atas Natuna

Selain itu, Cina menarik ZEE dari Kepulauan Spratly yang terletak di bagian utara Laut Cina Selatan (LCS). Sebagian besar kepulauan itu sedianya telah dimenangkan Filipina dalam arbitrase tribunal internasional pada 2016. Meski begitu, Beijing menolak mengakui putusan pengadilan itu dan tetap mengeklaim kepulauan yang mereka namai Nansha tersebut.

"Apa yang disebut putusan arbitrase LCS itu ilegal, batal berdasarkan hukum, dan kami telah lama menegaskan Cina tidak menerima atau mengakui hal itu," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina Geng Shuang dalam rilis, Jumat (3/1).

Ia juga menegaskan, Penjaga Pantai Cina akan terus melakukan tugasnya mengawal kepentingan Cina di perairan yang mereka klaim. Menurut dia, patroli akan terus dilakukan terlepas Indonesia “mau mengakui atau tidak” klaim Cina di wilayah tersebut.

Selama ini, Pemerintah Indonesia berkeras ZEE Kepulauan Natuna tak bersinggungan dengan klaim Cina. Meski begitu, Republika mendapatkan informasi dari Studi Perbatasan Cina di Akademi Ilmu Sosial Cina di Beijing bahwa ada setidaknya 50 ribu kilometer persegi wilayah singgungan antara klaim Cina dengan wilayah ZEE Indonesia di Laut Natuna Utara.

Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan, Pemerintah Indonesia tidak akan bernegosiasi dengan RRC terkait perairan Natuna. "Kami akan mempertahankan kedaulatan kita dan akan kami usir dengan segala kemampuan yang ada," ujar Mahfud di Kota Malang, Jawa Timur, Ahad.

Jika Pemerintah Indonesia bernegosiasi dengan Pemerintah Cina, kata Mahfud, itu artinya mengakui secara tidak langsung bahwa ada sengketa antara kedua negara terkait perairan Natuna. "Cina menyatakan itu hak tradisional mereka karena sejak ribuan tahun nelayan mereka ke wilayah itu. Apa dasarnya dan apa buktinya?" ucap Mahfud.

Menko Polhukam menjelaskan, peningkatan dan penguatan patroli di kawasan perairan Natuna bukan berarti Indonesia berperang dengan Pemerintah Cina. "Kita tidak berperang, tetapi menghalau untuk menjaga daerah kita sendiri," ujar Mahfud.

AYO BACA : Buktikan Natuna Milik Indonesia, Pemerintah Siap Kirim 120 Nelayan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Kartu Prakerja Gelombang 18 Segera Dibuka, Ini Tips Daftar Anti Gagal!

Nasional Sabtu, 19 Juni 2021 | 11:18 WIB

Kapan pembukaan Kartu Prakerja gelombang 18? Gelombang 18 hanya akan dibuka di situs resmi prakerja.go.id. Nantinya, pen...

Umum - Nasional, Kartu Prakerja Gelombang 18 Segera Dibuka, Ini Tips Daftar Anti Gagal!, Informasi Terbaru Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 18,Kartu Prakerja Gelombang 18,pembukaan Kartu Prakerja gelombang 18,Cara Lolos Kartu Prakerja gelombang 18,Tips lolos Kartu Prakerja gelombang 18,Cara daftar gelombang 18,Syarat Lolos gelombang 18

Perubahan Hari Libur dan Cuti Bersama 2021, Ini Daftar Tanggal Merah 2...

Nasional Sabtu, 19 Juni 2021 | 11:11 WIB

Pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengubah 2 hari libur nasional dan 1 cuti bersama 2021. Bagaimana daftar tanggal me...

Umum - Nasional, Perubahan Hari Libur dan Cuti Bersama 2021, Ini Daftar Tanggal Merah 2021 Terbaru, Daftar cuti bersama 2021,cuti bersama 2021,Hari libur nasional 2021,Daftar Hari Libur Nasional,Daftar Tanggal Merah 2021 Terbaru,Perubahan Hari Libur,Perubahan Hari Libur Nasional,Penghapusan Cuti Bersama,Larangan Cuti Hari Kejepit

Kematian Anak Akibat Covid-19 Indonesia Paling Tinggi di Dunia

Nasional Sabtu, 19 Juni 2021 | 10:15 WIB

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan kasus kematian akibat Covid-19 pada anak di Indonesia merupakan yang tert...

Umum - Nasional, Kematian Anak Akibat Covid-19 Indonesia Paling Tinggi di Dunia, kematian anak akibat Covid-19,kasus kematian akibat Covid-19 pada anak,kasus Covid-19 pada anak,Kasus Covid-19 di Indonesia,tren kasus Covid-19 pada anak

BMKG Jelaskan Peristiwa Matahari Terbit di Utara, Tanda Kiamat?

Nasional Sabtu, 19 Juni 2021 | 06:45 WIB

matahari terbit dari utara di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan BMKG menjelaskan,matahari terbit dari utara di Sulse...

Umum - Nasional, BMKG Jelaskan Peristiwa Matahari Terbit di Utara, Tanda Kiamat?, Matahari Terbit di Utara,Matahari Terbit di Utara BMKG,Peristiwa Matahari Terbit di Utara,Fakta Matahari Terbit di Utara,Matahari Terbit di Utara Sulsel,Matahari Terbit dari Utara,Penyebab matahari terbit dari utara

CEK FAKTA: Hoaks Ramuan Air Kelapa, Jeruk Nipis, Garam, dan Madu Dapat...

Nasional Jumat, 18 Juni 2021 | 22:31 WIB

Beredar sebuah pesan berantai di Whatsapp mengenai obat herbal yang dapat mengatasi Covid-19. Obat herbal itu disebutkan...

Umum - Nasional, CEK FAKTA: Hoaks Ramuan Air Kelapa, Jeruk Nipis, Garam, dan Madu Dapat Atasi Covid-19, Cek Fakta,Hoaks Obat Covid-19,Ramuan Air Kelapa, Jeruk Nipis, Garam, dan Madu Dapat Atasi Covid-19,Hoaks WhatsApp,Hoaks Obat Herbal Covid-19

12 Juta Rakyat Indonesia Telah Disuntik Vaksin Covid-19

Nasional Jumat, 18 Juni 2021 | 21:42 WIB

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan update pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada Jumat 18 Juni 2021. Pada hari ini...

Umum - Nasional, 12 Juta Rakyat Indonesia Telah Disuntik Vaksin Covid-19, Vaksinasi Covid-19,Update Vaksinasi Covid-19,Data Vaksinasi Covid-19

BLT Dana Desa Cair Juni 2021, Ini Cara Cek Daftar Penerimanya

Nasional Jumat, 18 Juni 2021 | 19:52 WIB

Bantuan sosial dari pemerintah kepada masyarakat terdampak Covid-19 masih terus disalurkan, salah satunya BLT Dana Desa....

Umum - Nasional, BLT Dana Desa Cair Juni 2021, Ini Cara Cek Daftar Penerimanya, BLT Dana Desa,Cara Mendapatkan BLT Dana Desa,Cara Cek Daftar Penerima BLT Dana Desa,BLT Dana Desa Cair Juni 2021

Instrumen Mata Uang (Pasangan) Mana Yang Paling Banyak Ditradingkan Di...

Nasional Jumat, 18 Juni 2021 | 10:10 WIB

Instrumen Mata Uang (Pasangan) Mana Yang Paling Banyak Ditradingkan Di Pasaran?

Umum - Nasional, Instrumen Mata Uang (Pasangan) Mana Yang Paling Banyak Ditradingkan Di Pasaran? , forex

artikel terkait

dewanpers