web analytics
  

Whatsapp Pecahkan Rekor 100 Miliar Pesan Dikirim Saat Tahun Baru

Senin, 6 Januari 2020 06:43 WIB

Logo Whatsapp.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Malam pergantian 2020 memang telah sepekan berlalu. Meski begitu, terdapat beberapa catatan menarik dalam siklus tahunan tersebut, tak terkecuali bagi Whatsapp.

Whatsapp mencatat rekor baru jumlah pertukaran pesan pribadi oleh orang-orang di seluruh dunia dalam 24 jam terakhir di 2019. Data diambil selama 24 jam mulai 31 Desember 2019 hingga tengah malam Waktu Standar Pasifik.

Lebih dari 100 miliar pesan telah terkirim melalui aplikasi Whatsapp pada 31 Desember. Whatsapp menjadi pilihan orang-orang di seluruh dunia untuk berkomunikasi secara privat dengan teman, keluarga, dan orang-orang terdekat mereka.

Menurut rekaman Whatsapp, sebanyak lebih dari 100 miliar pesan yang terkirim pada 31 Desember 2019 menunjukkan angka pengiriman pesan yang tertinggi dalam satu hari daripada hari-hari lainnya sepanjang sejarah Whatsapp selama 10 tahun terakhir.

Di Indonesia, ada lebih dari 9 miliar pesan yang dikirim dan diterima pada 31 Desember 2019.

Tepat pada saat detik- detik pergantian tahun, Whatsapp juga mencatat lebih dari 12 miliar pesan gambar terkirim di seluruh dunia dari total 100 miliar pesan yang terkirim.

Untuk isi pesannya sendiri, Whatsapp tidak bisa mengaksesnya karena mereka berpijak pada enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption) Whatsapp memastikan bahwa hanya mereka yang bertukar pesan saja yang dapat membaca pesan yang telah terkirim, bukan orang lain.

Selain tembus 100 miliar pesan saat pergantian tahun baru 2020, ada juga kilas balik tahun 2019 lainnya yang menarik untuk disimak.

Whatsapp juga mencatat 5 fitur yang paling populer di antara para pengguna seluruh dunia, berdasarkan pemakaian DAU, per 31 Desember 2019 (rata-rata 30 hari).

Kelima fitur Whatsapp yang paling sering digunakan selama tahun 2019 adalah pesan teks, status, pesan gambar, panggilan Whatsapp, dan pesan suara.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers