web analytics
  

Anak Dihukum Penjara, Bupati Majalengka Minta Publik Tak Berspekulasi

Kamis, 2 Januari 2020 10:03 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Anak Dihukum Penjara, Bupati Majalengka Minta Publik Tak Berspekulasi, penembakan anak bupati majalengka, penembakan kontraktor majalengka, berita majalengka, majalengka hari ini, ayocirebon

Putra Bupati Majalengka sekaligus Kabag Ekbang Setda Kabupaten Majalengka, Irfan Nur Alam (membelakangi), mengikuti persidangan beragendakan tuntutan sekaligus pembelaan di PN Majalengka. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM -- Bupati Majalengka Karna Sobahi meminta publik menghentikan spekulasi apapun ihwal vonis Pengadilan Negeri (PN) Majalengka terhadap putranya, Irfan Nur Alam.

Karna meminta semua pihak memahami fakta-fakta yang sebenarnya terjadi. Publik diingatkan tak beropini hanya dari persepsi dan berita yang beredar.

"Kalau opini hanya dari persepsi dan berita, apalagi tak ikut menyaksikan lima kali persidangan, ya pasti yang dipegang berita awal yang sangat tergesa-gesa dan belum jelas duduk persoalannya," paparnya melalui pesan singkat kepada Ayocirebon.com, Rabu (1/1/2020).

Menurutnya, hukum merupakan kepastian berdasarkan kajian fakta-fakta di persidangan. Dia mengungkapkan, sejak awal kejadian, dirinya harus segera memposisikan diri menyikapi kasus yang menimpa sang anak.

Selain sebagai anak kandung, Irfan juga merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Majalengka. "Masalah hukum yang menimpa anak saya, saya serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Saya tidak memiliki kemampuan untuk ikut campur apalagi intervensi," tegasnya.

AYO BACA : Polisi Majalengka Kelilingi Lapangan Demi Turunkan Berat Badan

Dia mengklaim lebih menghormati dan menghargai proses hukum yang berjalan. Karna juga mengaku, telah melakukan ikhtiar lain dengan cara mengintensifkan doa dan bersilaturahmi dengan keluarga korban penembakan, Panji Pamungkasandi.

"Dari situ, lahir kesepakatan damai dan pencabutan perkara oleh korban," ujarnya.

Dia dan keluarga sendiri kini telah pasrah menerima vonis yang dikenakan PN terhadap Irfan. "Kalau itu (putusan) sudah merupakan otoritas hakim, anak saya dihukum 1 bulan 15 hari, saya pasrah dan terima apa adanya keputusan hakim," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Irfan yang juga Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon divonis 1 bulan 15 hari penjara dan denda administrasi Rp4.500.

Vonis itu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut alam (JPU) yang menuntutnya dua bulan penjara, dikurangi masa tahanan.

AYO BACA : Menikmati Keindahan Bukit Mercury Sayang Kaak di Majalengka

Namun, majelis hakim yang diketuai Eti Koerniati dan dua hakim anggota, yakni Kopsah dan Didik Haryadi, mengabulkan tuntutan JPU untuk mencabut izin kepemilikan senjata api Irfan dan memusnahkannya, berikut barang pelurunya.

"Terdakwa dianggap terbukti melakukan kelalaian atau 'culpa' sebagaimana diatur dalam Pasal 360 Ayat (2). Kami memutus terdakwa dengan hukuman satu bulan dan 15 hari hukuman dengan dipotong masa tahanan," kata Eti kala membacakan amar putusan, Senin (30/12/2019).

Irfan terlibat kasus penembakan hingga melukai seseorang pada 10 November 2019. Dalam kejadian itu, seorang kontraktor asal Bandung, Panji Pamungkasandi, terluka.

Kasus itu sendiri mengundang atensi anggota DPR RI periode 2004-2019 dari PDIP, Maruarar Sirait.  Dia mengapresiasi sikap Karna yang dinilainya telah menunjukkan seorang negarawan.

"Kondisi ini dilematis bagi siapapun orangnya. Namun sikap yang ditunjukkan Bupati (Karna) patut diapresiasi karena merupakan sikap seorang negarawan," tuturnya.

Karna dinilai tak mengintervensi proses hukum, namun di sisi lain tetap membela sang anak. Maruarar yang akrab disapa Bang Ara ini menganggap Karna telah menunjukkan sikap kedewasaan dan kematangan dalam bersikap dan berbuat.

Karna pun dipandang dapat memisahkan diri sebagai seorang kepala daerah maupun sebagai orang tua.

AYO BACA : Putra Bupati Majalengka Divonis 1 Bulan, Izin Senpi Dicabut

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers