web analytics
  

Saluran Air di Tol Cipali Segera Diperlebar Antisipasi Banjir

Kamis, 2 Januari 2020 08:32 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Saluran Air di Tol Cipali Segera Diperlebar Antisipasi Banjir, Banjir cipali, sungai cilalanang, pengerukan sedimentasi, berita indramayu, indramayu hari ini

Pengerukan sedimentasi Sungai Cilalanang, Kabupaten Indramayu, Selasa (31/12/2019). (Ayocirebon.com/Ist)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM -- Setelah dibanjiri air hingga sempat membuat pengendara terganggu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung bakal melebarkan saluran air di Tol Cipali.

Senin (1/1/2020), ASTRA Tol Cipali bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Dirjen SDA PUPR) dan BBWS Cimanuk-Cisanggarung Kabupaten Cirebon, meninjau Sungai Cilalanang, Indramayu.

Aliran air dari sungai itulah yang menggenangi jalur Tol Cipali KM 136.200, tepatnya di Cikedung, Kabupaten Indramayu, Selasa (31/12/2019) sore.

Direktur Operasi PT Lintas Marga 
Sedaya (LMS), Agung Prasetyo mengatakan, pelebaran saluran oleh BBWS Cimanuk akan dilakukan sepanjang 500 meter di hulu dan hilir sungai.

"BBWS Cimanuk akan melebarkan saluran sepanjang 500 meter di hulu dan hilir sungai agar luapan air tak kembali ke ruas jalan Tol Cipali," katanya.

Selain rencana pelebaran saluran air, pihaknya bersama Direktorat Sungai dan Pantai Kementerian PUPR serta BBWS Cimanuk-Cisanggarung juga mengeruk sedimen pada Sungai Cilalanang.

Baik pengerukan sedimen hingga pelebaran saluran air, diharap membuat sungai tersebut mampu menampung debit air akibat tingginya intensitas hujan.

Derasnya hujan sejak Selasa siang diketahui menyebabkan Sungai Cilalanang meluap hingga ke badan jalan Tol Cipali sepanjang 200-250 m, dengan ketinggian 15-20 cm.

Agung meyakinkan, pihaknya sudah membangun drainase sesuai Detailed Engineering Design (DED) yang telah disetujui Kementerian PUPR berdasarkan kondisi setempat saat itu.

"Semua air di sepanjang ruas tol kami selalu pelihara secara rutin, baik pembersihan maupun perbaikan yang diperlukan," tuturnya.

Dia menekankan, sistem drainase di jalan tol hanya berfungsi sebagai saluran untuk menampung dan mengalirkan air hujan maupun air yang berasal dari permukaan badan jalan tol.

Dengan begitu, imbuhnya, tak berfungsi untuk menampung air akibat adanya perubahan tata guna lahan dan tata ruang sekitar jalan tol atau limpasan air dari luar jalan tol.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers