web analytics
  

Jangan Sering Kerja Lembur Jika Tak Ingin Alami Darah Tinggi

Selasa, 31 Desember 2019 10:18 WIB

[Ilustrasi] Jika Anda sering lembur, potensi hipertensi atau darah tinggi akan meningkat. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Jika Anda sering lembur, potensi hipertensi atau darah tinggi akan meningkat, kata sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti asal Kanada.

Penelitian itu mengungkapkan bahwa karyawan yang bekerja di luar jam kerja normal atau lebih dari 35 jam per pekan berisiko terhadap tekanan darah tinggi.

Risiko ini juga meliputi jenis tekanan darah tinggi yang sering tak terdeteksi dalam pemeriksaan kesehatan rutin atau hipertensi terselubung (masked hypertension).

AYO BACA : 7 Faktor Yang Mempengaruhi Tubuh Jika Anda Kurang Tidur

Seperti diungkapkan dalam jurnal Hypertension, studi ini melibatkan lebih dari 3.500 karyawan kerah putih dari tiga institusi publik di Quebec. Selama studi berjalan, tim peneliti melakukan perbandingan risiko hipertensi pada para karyawan berdasarkan jam kerja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang bekerja selama 41-48 jam per minggu memiliki risiko hipertensi terselubung 54% lebih tinggi dibandingkan karyawan yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu.

Karyawan yang bekerja selama 41-48 jam per minggu juga memiliki risiko 42% lebih tinggi terhadap hipertensi yang berkelanjutan (sustained hypertension).

AYO BACA : Kerja Lembur yang Berbuah Petaka

Memiliki jam kerja 49 jam per minggu atau lebih dapat meningkatkan risiko hipertensi pada karyawan. Karyawan yang bekerja selama 49 jam per minggu atau lebih memiliki risiko 70% lebih tinggi terhadap hipertensi terselubung dan risiko 66% lebih tinggi terhadap hipertensi berkelanjutan.

"Baik hipertensi terselubung maupun berkelanjutan berkaitan dengan risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit kardiovaskular," tutur ketua tim peneliti Dr Xavier Trudel dari Laval University, seperti dilansir Yahoo! Style.

Dari temuan ini, Trudel menilai karyawan yang memiliki jam kerja panjang perlu lebih memerhatikan kesehatan pribadi masing-masing. Pemantauan tekanan darah secara berkala sangat disarankan agar kemunculan hipertensi bisa terdeteksi lebih dini.

Trudel menilai peningkatan risiko hipertensi ini berkaitan dengan tekanan pekerjaan. Tekanan pekerjaan ini muncul akibat kombinasi dari tingginya tuntutan kerja dan rendahnya otoritas untuk membuat keputusan.

Namun, tim peneliti tak akan berhenti di sini. Tim peneliti menilai studi lebih lanjut diperlukan untuk menemukan stressor lain yang mungkin memengaruhi risiko hipertensi pada karyawan yang kerap bekerja lembur.

"Misalnya jumlah anak dari karyawan tersebut, tugas rumah tangga dan peran dalam merawat anak mungkin berinteraksi dengan lingkungan pekerjaan yang kemudian memicu tekanan darah tinggi," tuturnya.

AYO BACA : Sering Kerja Lembur, Mata Wanita ini Sering Mengeluarkan Cairan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers