web analytics
  

Ini Sektor yang Bakal Pakai Gaji Per Jam, Apa Saja?

Senin, 30 Desember 2019 16:33 WIB Adi Ginanjar Maulana
Bisnis - Finansial, Ini Sektor yang Bakal Pakai Gaji Per Jam, Apa Saja?, gaji per jam,jasa,menperin,agus gumiwang,gaji industri

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.(kemenperin.go.id)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Penerapan skema pembayaran upah per jam dinilai akan mendorong peningkatan investasi yang sekaligus membawa dampak terhadap penciptaan lapangan kerja. 

Rencana sistem upah kerja per jam ini bakal dimasukkan dalam RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, yang diharapkan bisa memperkuat perekonomian nasional dan daya saing Indonesia.

“Skema upah per jam dalam Omnibus Law itu akan menggenjot investasi dan menumbuhkan lapangan kerja baru,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui siaran pers, Senin (30/12/2019).

Menurut Menperin, sistem upah yang dihitung per jam bukanlah hal yang baru dalam dunia tenaga kerja. Sebab, sejumlah negara sudah menggunakan skema tersebut.

Dilansir dari situs World Population Review, ada sepuluh negara memberikan upah per jam dengan nilai besar. Kesepuluh negara itu, yakni Luksemburg, Australia, Prancis, Selandia Baru, Jerman, Belanda, Belgia, Inggris, Irlandia, dan Kanada.

AYO BACA : Gaji Pegawai KPK Tidak Akan Berubah Meski Akan Jadi ASN

Agus menegaskan, untuk sektor industri, akan tetap mengikuti pola gaji minimum bulanan. Namun sektor penunjang industri, seperti sektor jasa dan perdagangan dapat memanfaatkan penerapan upah per jam. 

“Jadi, penerapan gaji per jam ini untuk pekerja jasa dan pekerja paruh waktu. Misalnya konsultan. Skema pengupahan per jam sebenarnya sudah lumrah dilakukan di negara-negara maju,” ungkapnya.

Menteri AGK menambahkan, pembayaran per jam ini akan membuka kesempatan bagi perusahaan dalam memberikan fleksibilitas untuk menerapkan pengupahannya. 
“Sebenarnya ini adalah opsi perusahaan maupun pekerja untuk menentukan cara kerja yang paling tepat untuk mereka,” imbuhnya.

Saat ini, dengan skema gaji tetap, pekerja yang masuk dengan jumlah hari yang berbeda tetap mendapatkan gaji yang sama. Sementara upah per jam, upah yang diterima pekerja sesuai dengan jam kerjanya. “Oleh karena itu, diharapkan bisa meningkatkan produktivitas pekerja kita,” ujar Agus.

Menperin pun mengemukakan, pemerintah sedang memberikan perhatian lebih kepada pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai program prioritas. 

“Fokus ini salah satunya guna merebut peluang terhadap momentum bonus demografi yang dinikmati Indonesia hingga tahun 2030 nanti,” tandasnya.

AYO BACA : Gaji Cuma UMP, Awak Kabin Garuda Indonesia Ngadu ke Erick Thohir

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

DJP dan 84 Pemda Sepakat Dalam Pemungutan Pajak

Finansial Rabu, 21 April 2021 | 22:44 WIB

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara resmi telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Direktorat Jenderal Perim...

Bisnis - Finansial, DJP dan 84 Pemda Sepakat Dalam Pemungutan Pajak, Direktorat Jenderal Pajak (DJP),Pemungutan Pajak,Pemerintah Daerah (Pemda)

Resilien Sepanjang 2020, bank bjb Targetkan Tumbuh Positif di 2021

Finansial Rabu, 21 April 2021 | 19:13 WIB

bank bjb merupakan salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia yang mencatatkan performa baik di masa pandemi...

Bisnis - Finansial, Resilien Sepanjang 2020, bank bjb Targetkan Tumbuh Positif di 2021, bank bjb,Direktur Keungan bank bjb Nia Kania,bank bjb Tumbuh Positif,bank bjb Target Pertumbuhan 2021,Resilience Bank

DJP Tata Ulang Tempat Terdaftar dan Pelaporan Usaha Wajib Pajak

Finansial Rabu, 21 April 2021 | 19:09 WIB

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan melakukan reorganisasi beberapa kantor pajak di Indonesia. Agenda ini tertuang dala...

Bisnis - Finansial, DJP Tata Ulang Tempat Terdaftar dan Pelaporan Usaha Wajib Pajak, Direktorat Jenderal Pajak (DJP),Reorganisasi Kantor Pajak,Perdirjen Pajak,KPP Pratama,KPP Madya

Turun Tipis, Harga Emas Antam Bandung Rp932.000 per Gram

Finansial Rabu, 21 April 2021 | 10:31 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp932.000 per gram pada Rabu, 21 April 2021, atau turun tip...

Bisnis - Finansial, Turun Tipis, Harga Emas Antam Bandung Rp932.000 per Gram, Harga Emas,Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga Emas Hari ini,Harga emas Antam Bandung,Emas

Kapan THR PNS Cair?

Finansial Selasa, 20 April 2021 | 07:00 WIB

Untuk THR PNS, TNI/Polri, pemerintah bakal mencairkannya pada H-10 Hari Raya Idulfitri tahun ini.

Bisnis - Finansial, Kapan THR PNS Cair? , Tunjangan Hari Raya (THR),THR PNS,THR ASN,Besaran THR Lebaran 2021,Airlangga Hartarto

Kang Yana Dukung KPP Cibeunying Wujudkan ZI-WBK

Finansial Senin, 19 April 2021 | 18:44 WIB

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana memberikan dukungannya terkait pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dar...

Bisnis - Finansial, Kang Yana Dukung KPP Cibeunying Wujudkan ZI-WBK, KPP Cibeunying,Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana,ZI-WBK

Peredaran Uang Palsu Terbanyak di Bandung Barat, Ini Antisipasi BI Jab...

Finansial Senin, 19 April 2021 | 17:20 WIB

Tercatat Kabupaten Bandung Barat menjadi wilayah dengan laporan tertinggi temuan kasus peredaran uang palsu yakni sebany...

Bisnis - Finansial, Peredaran Uang Palsu Terbanyak di Bandung Barat, Ini Antisipasi BI Jabar, peredaran uang palsu,peredaran uang palsu Bandung,Peredaran Uang Palsu di Jawa Barat,Bank Indonesia Jawa Barat,Mitigasi Peredaran Uang Palsu,Cara mengenali uang palsu,Lebaran 2021,Penukaran Uang,temuan kasus peredaran uang palsu

Warga Diminta Tak Tukar Uang di Pinggir Jalan, BI Jabar Siapkan 559 Ti...

Finansial Senin, 19 April 2021 | 16:03 WIB

Penukaran melalui layanan kas keliling di 2021 ditiadakan karena pandemi Covid-19 merebak. Untuk tahun ini, pelayanan pe...

Bisnis - Finansial, Warga Diminta Tak Tukar Uang di Pinggir Jalan, BI Jabar Siapkan 559 Titik Penukaran, Titik Penukaran Uang,Kebutuhan uang tunai di Jawa Barat,Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1442 H,Bank Indonesia Jawa Barat,pelayanan penukaran uang di Jabar,559 titik layanan penukaran uang,layanan penukaran uang

artikel terkait

dewanpers