web analytics

10 Fenomena Langit Unik yang Terjadi Sepanjang 2019

clockSenin, 30 Desember 2019 12:41 WIB
Umum - Unik, 10 Fenomena Langit Unik yang Terjadi Sepanjang 2019, fenomena langit, gerhana matahari cinci, fenomena 2019, Segitiga Jupiter Venus Bulan, Supermoon

Fenomena gerhana matahari cincin terlihat di Alun-Alun Kota Bandung, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (26/12/2019). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Tahun 2019 menyuguhkan beragam peristiwa langit yang dapat diamati di Indonesia, baik gerhana, hujan meteor, hingga konjungsi yang bisa terlihat setiap bulannya. Berikut peristiwa langit yang terjadi di sepanjang tahun 2019 yang telah dirangkum Suara.com dari In the Sky dan Time and Date.

1. Segitiga Jupiter Venus Bulan

Pada 31 Januari 2019, pengamat di Indonesia dapat melihat planet Jupiter dan Venus berada di dekat Bulan dan ketiganya membentuk segitiga.

Diamati di langit timur mulai tengah malam, Jupiter berada sejauh 3 derajat dari Bulan sementara Venus berada sejauh 8 derajat dari Bulan. Formasi segitiga ini dapat diamati dengan mata telanjang di seluruh langit Indonesia.

2. Supermoon

Dikenal sebagai lunar perigee, peristiwa Bulan super ini terjadi pada tanggal 19 Februari 2019. Pada dasarnya, supermoon merupakan fenomena biasa ketika Bulan dalam orbit elips mengelilingi Bumi berada di jarak terdekat atau yang disebut sebagai perigee.

Kedekatan Bulan dengan Bumi ini akan membuat penampakan Bulan menjadi sedikit lebih besar dan lebih terang.

Pada 19 Februari, perigee Bulan akan menjadi yang terdekat untuk tahun ini, dengan jarak antara Bumi dan Bulan yang diperkirakan mencapai sekitar 356.846 kilometer. Hal tersebut akan membuat diameter sudut Bulan 14% lebih besar dari Bulan purnama lainnya tahun ini.

3. Titik tertinggi Merkurius

Titik tertinggi Merkurius bisa juga dikatakan sebagai titik terjauhnya dari Matahari. Titik tertinggi ini akan membuat Merkurius berada pada ketinggian sekitar 15 derajat dari cakrawala barat saat Matahari terbenam pada pukul 18:09. Peristiwa ini terjadi pada 25 Februari, di mana pengamat dapat mengamati Merkurius selama satu jam.

Dalam pandangan mata telanjang, Merkurius terlihat seperti bintang kuning kecil yang terang. Untuk melihat Merkurius lebih jelas dibutuhkan teleskop dengan pembesaran minimal 225x.

4. Musim Bimasakti

Musim Bimasakti dimulai pada Maret hingga Oktober dengan waktu pengamatan terbaik adalah mulai dari akhir April hingga akhir bulan Juli.

Musim melihat Bimasakti terjadi karena bidang tata surya berada pada sudut sekitar 63 derajat ke bidang galaksi, hal ini berarti benda-benda di tata surya berputar pada sudut yang hampir tegak lurus dibandingkan dengan sudut rotasi semua benda di Bimasakti secara keseluruhan.

AYO BACA : Fenomena 'Awan Terbakar' di Angkasa Terekam NASA

Secara praktis, Bimasakti juga akan muncul pada sudut yang berbeda di langit malam tergantung pada bulan di sepanjang tahun.

Karena Bumi berevolusi mengelilingi Matahari dan letak bentangan Bimasakti berpindah-pindah, pada bulan Maret pengamat sudah bisa mulai mengamati bentangan Bimasakti, di mana Bimasakti akan berada di arah rasi bintang Sagitarius dan Skorpius. Kedua bintang tersebut terbit mulai tengah malam di Maret 2019.

Untuk melihat bentangan Bimasakti, pengamat cukup menghindari polusi cahaya dan lokasi tempat pengamatan harus memiliki cuaca yang cerah.

5. Ekuinoks Maret

Ekuinoks terjadi dua kali dalam setahun, di mana pada 2019 ini terjadi pada 21 Maret ketika sumbu Bumi tidak teinklinasi terhadap Matahari dan pusat Matahari berada di bidang yang sama dengan khatulistiwa Bumi.

Ekuinoks terjadi karena poros putaran Bumi miring pada sudut 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya mengelilingi Matahari. Menurut time and date, ekuinoks bulan Maret menandai hari pertama musim semi di Bumi belahan utara dan hari pertama musim gugur di Bumi belahan selatan. Pada hari ekuinoks terjadi, periode waktu siang dan malam di Bumi akan hampir sama persis 12 jam.

6. Elongasi barat terjauh Merkurius

Dalam astronomi, istilah elongasi merupakan pemisahan sudut antara sebuah planet dengan Matahari dengan Bumi sebagai titik acuan. Semakin besar angka sudut elongasi sebuah planet, maka semakin jauh posisinya di langit Bumi dari Matahari sehingga dapat diamati ketika Matahari telah terbenam.

Menurut In the Sky, Merkurius mencapai sudut elongasi barat terjauh dari Matahari pada 12 April 2019, bersamaan dengan peristiwa hujan meteor Virginid. Peristiwa elongasi ini dapat diamati mulai pukul 05:00 waktu setempat di Indonesia.

Merkurius tampak seperti bintang kuning kecil yang tidak berkelap-kelip di langit timur. Merkurius mencapai ketinggian maksimum 25 derajat di atas cakrawala timur saat Matahari terbit.

Menariknya, saat Merkurius mencapai elongasi barat terjauhnya, planet tersebut bersebelahan dengan Venus. Untuk membedakannya, Venus akan bersinar lebih terang daripada Merkurius.

7. Aphelion Bumi

Ketika mengelilingi Matahari, Bumi bergerak dalam jalur orbit berbentuk elips. Hal tersebut mengakibatkan Bumi terkadang berada di jarak terdekat dari Matahari atau yang disebut dengan perihelion, dan berada di jarak terjauh Matahari atau aphelion.

Aphelion Bumi terjadi pada 5 Juli 2019. Saat aphelion, jarak Bumi ke Matahari akan berada sekitar 1,02 AU di mana 1 AU setara dengan 150 juta kilometer.

AYO BACA : Bakal Ada 2 Gerhana Matahari di 2020

Meskipun berada dalam jarak terjauh dan Matahari akan terlihat tampak lebih kecil di langit, namun perbedaan jarak tersebut hanya sebesar 3 persen.
Cuaca di Bumi pun juga tidak akan terpengaruh karena berada di jarak terjauh dari Matahari karena perubahan cuaca disebabkan oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi, bukan oleh perubahan jarak Bumi dari Matahari.

8. Oposisi Saturnus

Bulan Juli adalah waktu terbaik untuk mengamati Saturnus karena planet bercincin itu mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi pada 9 Juli 2019.

Pada tanggal itu, Saturnus terletak pada jarak 9,03 AU dari Bumi dan muncul dengan diameter sudut selebar 18,4 detik busur.

Saturnus menampakkan dirinya lebih terang dan terlihat seperti bintang yang tidak berkelap-kelip. Namun, untuk bisa melihat cincin Saturnus, pengamat masih harus memerlukan bantuan teleskop.

9. Solstis Desember

22 Desember menjadi hari terpanjang di tahun 2019 untuk belahan Bumi selatan karena merupakan hari pertengahan musim panas. Sementara di belahan Bumi utara akan menjadi hari terpendek karena hari pertengahan musim dingin.

Ini merupakan peristiwa ketika gerak tahunan Matahari melalui rasi bintang zodiak mencapai titik paling selatan di langit, tepatnya di depan rasi bintang Koprikornus yang disebut dengan solstis.

Saat Solstis Desember terjadi, wilayah-wilayah di belahan Bumi selatan akan mengalami siang hari yang lebih panjang dari biasanya. Sementara itu, wilayah-wilayah di belahan Bumi utara akan mengalami malam hari yang lebih panjang.

Peristiwa ini terjadi karena poros rotasi Bumi terhadap Matahari tidak tegak lurus, melainkan miring sekitar 23,5 derajat. Kemiringan ini bisa menyebabkan salah satu belahan Bumi lebih condong tersinari Matahari daripada belahan Bumi lainnya.

10. Gerhana Matahari Cincin

Gerhana Matahari Cincin menjadi peristiwa langit yang menutup tahun 2019. Terjadi pada 26 Desember 2019, wilayah Indonesia akan berkesempatan melihat fenomena ini. Gerhana ini sendiri merupakan Gerhana Matahari ketiga dan terakhir 2019.

Meski terlihat dari langit Indonesia, tapi tidak semua wilayah di Indonesia berkesempatan melihat Gerhana Matahari Cincin ini.

Jalur Gerhana Matahari Cincin ini melintasi negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilangka, India, Indonesia, Malaysia, dan Guam. Sementara wilayah Indonesia yang dapat melihat Gerhana ini adalah sebelah timur laut Pekanbaru, dekat Pulau Pedang.

Para pengamat bisa mengamati hingga 94,11 persen wajah Matahari yang terhalang Bulan saat puncak terjadi dengan durasi mencapai 3 menit 39 detik. Gerhana Matahari Cincin ini pertama kali akan menyentuh wilayah Indonesia dari Pulau Simeulue pukul 10:05 WIB lalu menuju Pulau Nias, Aceh Singkil, Sumatera Utara, Riau, Pulau Batam, dan Pulau Bintan.

Wilayah di Pulau Kalimantan juga akan menjadi jalur Gerhana Matahari Cincin. Pengamat masih bisa melihatnya sampai pukul 13:31 WIB.

AYO BACA : Ini Manusia Pertama yang Mampu Memprediksi Gerhana Matahari

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Tanda Vital Bumi Terus Menurun, Pertanda Kiamat?

Unik Rabu, 28 Juli 2021 | 15:18 WIB

Selama hampir 18 bulan setelah pandemi Covid-19 mulai berpengaruh pada laju kehidupan di seluruh dunia, para ilmuwan tak...

Umum - Unik, Tanda Vital Bumi Terus Menurun, Pertanda Kiamat?, Tanda Vital Bumi,Tanda Vital Bumi Menurun,Kondisi Tanda Vital Bumi,Kondisi Bumi,Pertanda Kiamat,Tanda kiamat,Peringatan Bahaya Tanda Vital Bumi

Fakta Virus Pilek yang Ternyata Berusia 700 Ribu Tahun

Unik Selasa, 27 Juli 2021 | 06:37 WIB

Human adenovirus C atau HAdV-C adalah spesies virus yang biasa menyebabkan pilek ringan pada anak. Virus ini ternyata me...

Umum - Unik, Fakta Virus Pilek yang Ternyata Berusia 700 Ribu Tahun, virus pilek,fakta virus pilek,usia virus pilek,Batuk dan Pilek

Ilmuwan Buat Simulasi Matahari Hancur dan Kiamat, Bagaimana Caranya?

Unik Senin, 26 Juli 2021 | 15:06 WIB

Penelitian baru mengungkapkan perisai magnet bumi tidak selalu bisa melindungi Bumi. Ilmuwan memperkirakan di masa depan...

Umum - Unik, Ilmuwan Buat Simulasi Matahari Hancur dan Kiamat, Bagaimana Caranya?, Simulasi Matahari Hancur,Simulasi Kiamat,simulasi matahari hancur,matahari hancur,simulasi kehancuran alam semesta,NASA,kehancuran matahari,perisai magnet bumi

Uniknya Bengkel Kepala, Tradisi Jagal Kepala Hewan Kurban di Semarang

Unik Minggu, 25 Juli 2021 | 16:10 WIB

Khusus di Idul Adha ada satu tradisi yang selalu muncul di Kampung Bustaman, Kota Semarang, yakni hadirnya “Bengkel Kepa...

Umum - Unik, Uniknya Bengkel Kepala, Tradisi Jagal Kepala Hewan Kurban di Semarang, Idul Adha 2021,Idul Adha unik,Rumah jagal,Bengkel Kepala Semarang

Game Rahasia di Google Doodle, Pernah Coba Main ?

Unik Jumat, 23 Juli 2021 | 14:39 WIB

Google doodle ini dapat berupa karya seni (doodle art), permainan game (doodle game) ataupun gambar interaktif yang ditu...

Umum - Unik, Game Rahasia di Google Doodle, Pernah Coba Main ?, Google Doodle,Google,Olimpiade Tokyo,game

Viral, Bulan dan Matahari Merah, Ini Fakta di Baliknya!

Unik Jumat, 23 Juli 2021 | 13:27 WIB

Satu minggu belakangan, media sosial diramaikan dengan postingan penampakan Bulan dan Matahari yang berwarna merah. Bole...

Umum - Unik, Viral, Bulan dan Matahari Merah, Ini Fakta di Baliknya!, Bulan Merah,Fenomena Bulan Merah,Matahari Merah,Fenomena Matahari Merah,fenomena langit langka,fenomena langit unik,Bulan dan Matahari berwarna merah

Haruskah Mengundang Mantan Pacar ke Pesta Pernikahan ?

Unik Kamis, 22 Juli 2021 | 11:03 WIB

Baru-baru ini muncul beberapa video di linimasa media sosial mengenai tamu undangan yang pingsan saat mengunjungi pernik...

Umum - Unik, Haruskah Mengundang Mantan Pacar ke Pesta Pernikahan ?, Pernikahan,Mantan pacar,masa lalu

Restoran Pizza Ini Layani Pelanggan Gunakan Robot

Unik Minggu, 18 Juli 2021 | 20:31 WIB

Sebuah restoran Pizza di Paris, Prancis, menggunakan teknologi robot untuk mengoperasikan seluruh produksi pizza dari aw...

Umum - Unik, Restoran Pizza Ini Layani Pelanggan Gunakan Robot, restoran Pizza,Robot produksi pizza,Pazzi Pizzeria
dewanpers
arrow-up