web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Mana yang Diprioritaskan untuk Anak Balita, Adab atau Ilmu?

Minggu, 29 Desember 2019 05:11 WIB Netizen Netizen

Ilustrasi pendidikan.(Pixabay)

AYOBANDUNG.COM --  Kalangan pendidik maupun psikolog yakin saat yang ideal untuk menanamkan nilai-nilai adalah sebelum anak berusia tujuh tahun. 

Ketika itu anak ibarat ‘kaset kosong “ yang mudah menerima berbagai pesan dan mencontoh  perilaku orang tua atau lingkungan sekitar.  

Bisa juga diibaratkan, anak pada golden times itu seperti kertas putih. Apa yang mau diwujudkan di kertas putih? Orang tua tinggal ‘menulis’ atau ‘menggambar’. Sudah pasti orang tua tidak akan melukis koruptor, munafik, maling apalagi penjahat. 

Secara ilmiah dinyatakan, neurotransmitter di otak pada usia tersebut sangat aktif hingga mudah menyerap apa yang dilihat dan didengarnya. Neurotransmitter adalah senyawa organik endogenous yang membawa sinyal di antara sel-sel saraf (neuron).

Sel saraf atau neuron merupakan satuan kerja utama dari sistem saraf yang berfungsi menghantarkan impuls listrik yang terbentuk akibat adanya suatu stimulus (rangsang). Jutaan sel saraf ini membentuk suatu sistem saraf.

Pengenalan Sejak Dini

Para ahli mendapati tumbuh kembang anak terbagi beberapa tahapan yang terbagi dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, tahapan kemampuan motorik, interaksi dengan lingkungan sekitar hingga daya intelektualitas. Ia berlangsung dalam 0-2 tahun dan seterusnya.

Kemajuan dalam setiap tahapan akan sangat tergantung kepada asupan gizi, ‘kesungguhan’ orang-orang di sekitar anak untuk merangsang kemampuan bergerak, menumbuhkan serta mengasah kecerdasan, dan sebagainya.

Balita yang dibiarkan bermain hand phone atau menonton televisi, pastilah pertumbuhan motorik atau intelektualitasnya tidak sepesat balita yang kerap diajak berinteraksi atau diasah intelektualitasnya. Mereka diajak bicara tidak nyambung. Malas bergerak.  Terlambat mikir dan sebagainya. 

Sebagai bentuk kearifan lokal, masyarakat Indonesia ada yang memberi pengenalan kepada bayi sejak ia dalam kandungan. Memang berbagai temuan menyebutkan, bayi dalam kandungan yang sudah berusia tiga bulan atau 16 minggu sudah dapat mendengar. Awalnya adalah lantaran terbiasa mendengar suara air ketuban.  

Atas dasar itu ada orang tua yang sangat menjaga sikap dan perilaku sebab khawatir kelakuan buruknya  berpengaruh kepada bayi. Mereka banyak berdoa untuk kebaikan bayi. Membaca surah Yusuf agar ‘tampan’ dan patuh kepada perintah Allah Swt atau membaca surah Maryam supaya persalinan lancar. 

Di pihak lain ada yang memperdengarkan musik-musik klasik karya Beethoven, Mozart atau barangkali Degung Sabilulungan. Jarang atau barangkali tidak ada yang memperdengarkan lagu Obladi Oblada dari The Beatles.

Selain daripada itu, Linda Polka Ph.D, Post Graduate Programme School of Communication Sciences and Disorder, Mc Gill University, Kanada yang melakukan riset tentang  tanggapan bayi terhadap suara-suara yang didengarnya membenarkan bayi dapat berkomunikasi satu sama lain. Mereka sudah mampu mengungkapkan perasaan seperti senyum, tertawa, atau menangis.   

Pendidikan di Jepang

Walaupun pendidikan di Indonesia sudah sangat hebat, ada baiknya membandingkan dengan materi pendidikan di Jepang terutama pada tingkat sekolah dasar. Materi judul Basic Education in Japan itu didapat dari Sekretaris Pertama Bidang Pendidikan  pada Kedubes Jepang di Jakarta Yusuke Takahashi.

Berdasarkan Undang-Undang Pendidikan Sekolah, pemerintah Jepang menetapkan standar kurikulum nasional untuk semua sekolah. Tujuannya mempertahankan tingkat pendidikan dan menjamin kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan berkualitas bagi semua.   

Buku-buku pelajaran ditulis dan diedit penerbit swasta berdasarkan Standar Kurikulum Nasional. Sekalian buku tersebut diberikan secara gratis untuk seluruh sekolah dasar dan murid sekolah menengah. satu panel ahli yang berasal dari berbagai bidang merevisi materi kurikulum setiap sepuluh tahun.

Dalam tiga tahun pertama masa pendidikan, anak didik dibanjiri dengan ajaran-ajaran tentang moral, disiplin, kerja sama, serta bersikap ramah dengan orang lain. Juga diadakan berbagai kegiatan supaya anak didik sehat serta secara fisik aktif.

Anak didik diajar memiliki inisiatif. Menemukan, mempelajari dan memikirkan berbagai isu. Memutuskan dan bertindak independen serta lebih mampu memecahkan masalah.

Guru sangat aktif berperan merealisasikan target tersebut. Perannya itu didukung oleh orang tua. Yuji Yamada, pensiunan diplomat, misalnya menyatakan pernah akan menempeleng anaknya jika tidak mengaku siapa yang menjatuhkan buku. Jadi kejujuran nomor satu!

Lingkungan juga turut berperan. Satu penggalan rekaman di YouTube tentang pendidikan di Jepang memperlihatkan, seorang murid mengucapkan salam kepada orang yang lebih tua. Ia pun tak sungkan mengucapkan kata maaf, walau sebenarnya tidak perlu.

Adab atau Ilmu

Terkait ‘kaset kosong’ atau ‘kertas putih’, mana yang harus diberikan lebih dulu, adab atau ilmu?

Adab secara umum berarti norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama. Dalam arti  yang lebih luas, adab juga berarti perlakuan baik terhadap dunia dan seisinya. Jadi ada keselarasan hidup antara sesama manusia dan dengan alam beserta segenap isinya.

Sementara ilmu secara bahasa bermakna mengetahui atau perbuatan yang bertujuan mengetahui segala sesuatu. Secara istilah ilmu adalah pengetahuan yang sistematis dan bersifat ilmiah. 

Secara umum, lihat materi belajar.co.id, ilmu berarti kepandaian atau pengetahuan yang berkenaan dengan bidang tersusun secara sistematis menurut kaidah dan metode yang bisa digunakan untuk menjelaskan serta memahami hal yang terkait dengan bidang ilmu tersebut.

Ilmu dan adab pada hakekatnya saling mengisi, satu di antara yang sederajat. Kekurangan pada salah satu aspek akan membuat kehidupan tak berimbang. Tapi  kalau harus memilih, saya akan memilih adab untuk ditanamkan pada usia emas itu.  

*Penulis: Sjarifuddin
Wartawan senior

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

artikel lainnya

dewanpers