web analytics
  

Ular Mulai Masuk Bandung, Begini Cara Mengatasinya

Sabtu, 28 Desember 2019 11:57 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Ular Mulai Masuk Bandung, Begini Cara Mengatasinya, Ular, Mulai, Masuk, Bandung, Begini, Cara, Mengatasinya,

Pecinta ular, Andi Yudha, saat memeragakan cara menghadapi ular di Gasibu, Jumat (27/12/2019). (Dok. Humas Jabar)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Fenomena munculnya berbagai jenis ular, terutama ular kobra, di sejumlah permukiman membuat warga waswas, tak terkecuali di Kota Bandung. Pada Jumat (27/12/2019) sore, di Jalan Mangga, dilaporkan adanya penemuan ular koros di salah satu rumah.

Menanggapi fenomena tersebut, pecinta ular, Andi Yudha, menilai bahwa salah satu penyebab kehadiran fenomena tersebut adalah keterlambatan musim hujan. Karena itu, telur ular kobra yang mestinya rusak karena jamur menjadi matang dan menetas dengan sempurna.

“Ada keterlambatan musim hujan. Seharusnya di September mundur ke Desember. Jadi, telur-telur yang mestinya rusak karena berjamur, malah matang dan menetas,” kata Andi dalam Temu Pimpinan untuk Aspirasi Masyarakat (TEPAS) di Gasibu, Bandung, Jumat (27/12/19).

Andi mengingatkan, ada ular berbisa, selain kobra, yang kerap masuk muncul saat musim hujan. Salah satunya, ular hijau ekor merah. Dia pun menyebut populasi terbanyak ular hijau ekor merah berada di Jawa Barat.

Ular masuk ke permukiman karena mencium banyak makanan. Ular yang masuk sebenarnya, kalau boleh diinformasikan, tidak hanya ular kobra. Di Indonesia, ada 6 ular berbisa cukup terkenal. Mulai dari king kobra, kobra, ular tanah, welang, weling dan hijau ekor merah," ungkapnya.

“Yang banyak di Jabar adalah ular hijau ekor merah. Jadi, enggak semua ular hijau berbisa, tetapi ular hijau ekor merah bahkan matanya merah. Dan itu ketika musim hujan banyak keluar," tuturnya.

Pada acara tersebut, Andi memaparkan sejumlah tip menghadapi ular di pemukiman. Pertama yaitu tenang dan jangan panik. Setelah itu, kata dia, kita harus memerhatikan bentuk ular, dan melihat ke mana ular bergerak.

“Kalau dia bergerak kita titip orang yang berada di situ, kita cari informasi keberadaannya, dan kalau perlu ditunjukan larinya ke mana agar ketahuan orientasinya ke mana. Saat mengontak rescue damkar bisa diketahui tempatnya,” katanya.

Jika bertemu ular berbisa, dirinya mengatakan, kita harus mesti menjaga jarak dan membuat ular berpindah lokasi, serta membaca karakteristik ular. Andi mencontohkan ular kobra yang kerap menyemprotkan bisa.

“Ketika kita tahu itu ular kobra, pakai kacamata dan jaga jarak sampai 2 meter. Mulainya dari dorong-dorong dan dijauhkan dari lubang-lubang, dan pilih tempat terbuka. Kalau punya karung dan sarung, tutup. Nanti kelihatan kepalanya, tekan. Masukin ke ember dan tutup,” ucapnya.

Terakhir, apabila kita tergigit ular berbisa, kata Andi, sebisa mungkin tetap tenang. Tujuannya agar racun ular tidak mengalir cepat ke jantung sekaligus menghambat kerusakan saraf.

“Jika tergigit, sekali lagi, tetap tenang. Karena yang terpenting jangan ada gerakan-gerakan yang membuat aliran darah itu makin cepat ke jantung. Kemudian, merebahkan tubuh sambil menunggu bantuan datang. Dengan cara tenang, aliran darah tidak cepat mengalir dan menghambat kerusakan pada jantung,” tuturnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers