web analytics
  

Perut Buncit Berdampak Buruk pada Fleksibilitas Berpikir

Jumat, 27 Desember 2019 13:56 WIB

[Ilustrasi] Perut buncit. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Para peneliti Iowa State menemukan bahwa perut buncit berpengaruh terhadap kefleksibelan berpikir.

Peneliti mengamati data dari lebih dari 4.000 partisipan usia lanjut di Inggris yang menjadi peserta Biobank Inggris, baik pria maupun wanita.

Para peneliti memeriksa pengukuran langsung massa otot tanpa lemak, lemak perut, dan lemak subkutan serta bagaimana mereka terkait dengan perubahan kecerdasan cairan selama enam tahun.

AYO BACA : Orang Gendut Akan Lebih Gendut Jika Diberi Tahu, Loh!

Hasilnya, ditemukan orang-orang yang sebagian besar berusia 40-an dan 50-an yang memiliki jumlah lemak lebih tinggi di bagian perut memiliki kecerdasan cairan yang lebih buruk ketika mereka semakin tua.

Sebaliknya, massa otot yang lebih besar tampaknya menjadi faktor pelindung. Hubungan-hubungan ini tetap sama bahkan setelah memperhitungkan usia kronologis, tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi.

"Usia kronologis tampaknya tidak menjadi faktor dalam kecerdasan cairan menurun dari waktu ke waktu. Tampaknya ini adalah usia biologis, yang di sini adalah jumlah lemak dan otot," ujar Auriel Willette, asisten profesor ilmu makanan dan nutrisi manusia dikutip dari Science Daily.

AYO BACA : Jangan Sebut Anak Anda ‘Gendut’, Ini Dampaknya

Umumnya, orang mulai bertambah gemuk dan kehilangan otot tanpa lemak saat mereka mencapai usia paruh baya, sebuah tren yang berlanjut seiring bertambahnya usia.

Untuk mengatasinya, menerapkan rutinitas olahraga untuk mempertahankan otot tanpa lemak menjadi lebih penting. Berolahraga terutama pelatihan resistensi, sangat penting untuk wanita paruh baya, yang secara alami cenderung memiliki massa otot lebih sedikit daripada pria.

Studi ini juga melihat apakah perubahan dalam aktivitas sistem kekebalan dapat menjelaskan hubungan antara lemak atau otot dan kecerdasan cairan.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang dengan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi memiliki lebih banyak aktivitas sistem kekebalan dalam darah mereka, yang mengaktifkan sistem kekebalan di otak dan menyebabkan masalah dengan kognisi.

Sementara itu, penelitian menemukan korelasi antara lemak tubuh dan penurunan kecerdasan cairan, tidak diketahui saat ini apakah itu dapat meningkatkan risiko penyakit alzheimer.

AYO BACA : Main Ponsel Bisa Membuat Gendut? Ini Kata Ahli

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers