web analytics
  

Fatwa Menonton Film dari Syekh Yusuf Al-Qaradhawi

Sabtu, 28 Desember 2019 02:30 WIB

[Ilustrasi] Film sebagai salah satu hiburan banyak dipersoalkan. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Film sebagai salah satu hiburan banyak dipersoalkan, apakah diperbolehkan atau dilarang oleh agama Islam?

Menurut Syekh Yusuf al-Qaradhawi dalam bukunya Tuntas Memahami Halal dan Haram, menonton film, pertunjukan, dan sebagainya merupakan salah satu sarana hiburan yang sifatnya sama dengan cara hiburan lainnya. Artinya, hiburan itu bisa dimanfaatkan ke dalam sesuatu yang baik ataupun yang buruk.

Pada dasarnya, segala sarana hiburan yang kita pilih tidak ada masalah dan tidak ada salahnya. Kita bebas memilih sesuai dengan kesukaan, seperti memilih menonton film atau pertunjukan. Jadi, hukumnya semua balik lagi kepada penggunaan dan pemanfaatannya.

Membahas detail tentang film dan pertunjukkan, hal itu termasuk sesuatu yang halal dan juga baik selama memenuhi persyaratan berikut.

Pertama, konten film harus bersih dan jauh dari ajaran yang menyimpang akidah, syariat, dan etika dalam Islam.

Kedua, sebagai seorang Muslim, tidak boleh melalaikan kewajiban. Boleh saja kita menonton film-film yang baik, tetapi kita tidak boleh mengabaikan kewajiban agama maupun kewajiban dunia, seperti salat lima waktu.

Seperti firman Allah SAW dalam QS al-Maun (107):4-5, “Maka celakalah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya.” Maka dari itu, apabila kita sedang menonton film dan telah masuk waktu salat, jangan lupa untuk salat terlebih dahulu sebelum melanjutkan untuk menonton film dan pertunjukan.

Ketiga, terhindar dari ikhtilat, yaitu percampuran antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya. Hal ini bertujuan agar tidak menimbulkan fitnah dan subhat, terlebih jika pertunjukan yang kita tonton berada di tempat gelap.

Menurut hadis riwayat al-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir, “Kepala salah seorang di antara kalian ditusuk dengan jarum besi lebih baik daripada menyentuh perempuan yang tidak halal bagi dirinya.”

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers