web analytics
  

Kasus Penembakan Putra Bupati Majalengka, Ini Tuntutan Jaksa

Kamis, 26 Desember 2019 15:57 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Kasus Penembakan Putra Bupati Majalengka, Ini Tuntutan Jaksa, penembakan anak bupati majalengka,anak bupati majalengka,irfan nur alam,hukuman anak bupati majalengka

Putra Bupati Majalengka sekaligus Kabag Ekbang Setda Kabupaten Majalengka, Irfan Nur Alam (membelakangi), mengikuti persidangan beragendakan tuntutan sekaligus pembelaan di PN Majalengka.(Ayocirebon.com/Erika Lia)

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM -- Putra Bupati Majalengka yang juga Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Majalengka, Irfan Nur Alam, dituntut dua bulan penjara dikurangi masa tahanan akibat keterlibatannya dalam kasus penembakan pada 10 November 2019.

Tuntutan disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang keempat yang dijalani Irfan di Pengadilan Negeri (PN) Majalengka, Kamis (26/12/2019).

Selain hukuman penjara, JPU juga menuntut PN Majalengka mencabut izin kepemilikan senjata api (senpi) dan memusnahkannya berikut peluru.

"Kami menuntut Terdakwa Irfan Nur Alam dua bulan penjara dikurangi masa tahanan, pencabutan izin senpi, pemusnahan senpi, berikut pelurunya, untuk mempertanggungjawabkan kealpaan atau kelalaiannya, sebagaimana diatur Pasal 360 Ayat 2 KUHPidana," kata seorang JPU, Agus Robani didampingi JPU lain, Faisal Amin, saat pembacaan tuntutan.

Sidang diketahui dipimpin Hakim Ketua Eti Koernniati dengan dua anggota, masing-masing Kopsah dan Didik Haryadi.

Irfan sendiri dalam pembacaan pledoi (nota pembelaan) meminta majelis hakim memutus hukuman bagi dirinya seringan mungkin.

Keputusan diharap bisa dipertimbangkan majelis hakim, mengingat telah tercapai kesepakatan antara dirinya dengan saksi korban, yakni Panji Pamungkasandi, yang terluka dalam insiden penembakan itu 

Surat perdamaian antara kedua pihak itu diketahui telah dikonfrontir maka persidangan.

AYO BACA : Kasus Penembakan oleh Anak Bupati Majalengka, Ada Tersangka Lain?

"Saya dan saksi korban sudah saling memaafkan dan mengikhlaskan. Perkara ini pun sudah dicabut pelapor dan semoga menjadi bahan pertimbangan majelis hakim," ungkapnya.

Dia pun menyatakan penghormatannya atas proses hukum. Selain telah menjalani persidangan, dia juga membenarkan setiap keterangan saksi yang dihadirkan.

Irfan dalam kesempatan itu pula sempat meminta maaf atas perbuatannya dalam insiden penembakan yang melukai Panji, seorang kontraktor.

Dia tak menampik, keterlibatannya dalam kejadian itu telah menimbulkan ketidaknyamanan di tengah publik, khususnya masyarakat Majalengka.

"Semoga ini bisa jadi pembelajaran untuk kita semua," harapnya di hadapan majelis hakim dan hadirin yang mengikuti persidangan.

Kuasa hukum Irfan, Kristiawanto menyatakan, menyerahkan seluruhnya keputusan kepada majelis hakim.

"Proses hukum sudah dilalui, fakta sudah diungkapkan, selebihnya kami serahkan pada majelis hakim yang mengetahui hukumnya," paparnya.

Sidang ditunda hingga Senin (30/12/2019) mendatang dengan agenda putusan hakim.

AYO BACA : Anak Bupati Majalengka Resmi Ditahan dengan Sejumlah Barang Bukti

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers