web analytics
  

5 Cara Mengolah Daging Barbeque Agar Tetap Sehat untuk Dikonsumsi

Kamis, 26 Desember 2019 15:18 WIB
Umum - Unik, 5 Cara Mengolah Daging Barbeque Agar Tetap Sehat untuk Dikonsumsi, 5, Cara, Mengolah, Daging, Barbeque, Tetap, Sehat, konsumsi,

Ilustrasi barbeque. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Makanan bakar sering dianggap memiliki sejumlah bahaya bagi kesehatan, di antaranya memicu kanker. Mungkin bisa saja, namun konsumsi makanan yang dibakar secara berlebihan tanpa disertai pola makan bergizi seimbang juga turut berperan penting.

Memasuki tahun baru, kegiatan berkumpul dengan keluarga, rekan kerja dan teman-teman identik dengan barbeque atau dikenal dengan bakar-bakar.

Meski katanya berbahaya, Anda tetap bisa menikmati makan makanan bakar kesukaan Anda. Caranya tentu saja dengan mengolahnya secara sehat. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda coba dikutip dari Suara.com.

1. Menggunakan daging yang rendah lemak

Lemak pada daging tidak sepenuhnya berbahaya bagi kesehatan. Namun, proses pembakaran membuat lemak daging menyusut sehingga orang-orang tidak sadar bahwa telah mengonsumsinya secara berlebihan.

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kandungan lemak pada daging. Misalnya saja, gunakanlah daging ayam tanpa kulit.

Jika ingin menggunakan daging sapi, pilihlah daging yang lemaknya lebih sedikit, ditandai dengan warna merah yang lebih banyak pada daging.

2. Gunakan bumbu marinasi alami

AYO BACA : Kuliner Bandung: Cilok Mochilok, Bikin Ketagihan

Meskipun memberikan rasa lezat pada makanan bakar, bumbu marinasi instan yang terlalu banyak saat membakar bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Pasalnya, kandungan natrium yang tinggi pada bumbu instan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Buatlah bumbu marinasi dari bahan-bahan alami. Anda dapat menggunakan perasan lemon, cuka, madu, kecap rendah garam, bawang putih, atau berbagai macam bumbu dan rempah lainnya.

3. Gunakan minyak yang lebih sehat

Kebanyakan orang menggunakan mentega atau margarin untuk membakar daging. Padahal, beberapa jenis mentega dan margarin mengandung lemak trans.

Lemak trans adalah jenis lemak “jahat” yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sebagai ganti mentega dan margarin, pilihlah minyak yang lebih sehat. Jenis minyak terbaik yang dapat Anda gunakan adalah minyak zaitun, minyak kanola, minyak biji rami (flaxseed), dan minyak wijen.

4. Jangan memasak terlalu lama

Bahaya kanker dari makanan bakar berasal dari bagian makanan yang gosong menjadi arang. Bagian ini sering disebut sebagai bagian terlezat dari makanan bakar.

AYO BACA : Kuliner Bandung: Enaknya Lumpia Basah Kwetiau

Padahal, di balik rasanya yang gurih mengintai risiko kesehatan yang bisa membahayakan Anda.

Untuk mencegah bahaya tersebut, hindari membakar makanan terlalu lama. Potonglah daging yang akan Anda bakar ke ukuran yang lebih kecil untuk mempersingkat waktu memasak.

Jika terdapat bagian yang gosong, buanglah bagian tersebut.

5. Membalik makanan

Pembakaran daging sapi, ayam, maupun ikan dengan suhu tinggi akan memicu pembentukan sejumlah senyawa kimia.

Senyawa kimia tersebut adalah heterocyclic amines (HCAs) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). Keduanya disinyalir dapat meningkatkan risiko kanker.

Anda dapat mencegah pembentukan senyawa-senyawa ini dengan membalik daging setelah salah satu sisinya matang.

Gunakan spatula saat membalik daging, jangan menggunakan garpu. Ujung garpu yang lancip akan merusak permukaan daging dan mengeluarkan sarinya.

Bahaya makanan bakar jelas mengintai jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan. Namun, dengan berbagai tips sehat di atas, Anda tentu dapat menghindarinya.

Untuk menunjang kebutuhan tubuh, jangan lupa tambahkan sayuran dan sumber karbohidrat pada makanan yang dibakar. Dengan begitu, tak hanya nikmat, Anda juga bisa mendapatkan gizi seimbang.

AYO BACA : Kuliner Bandung: 5 Tempat Makan Eskrim Enak di Bandung

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers