web analytics
  

Simkuring, Layar Tancap Keliling RW ala Bandung Film Commission

Sabtu, 21 Desember 2019 22:17 WIB Nur Khansa Ranawati

CIBEUNYING KIDUL, AYOBANDUNG.COM--Malam minggu sejumlah warga di sekitaran Jalan Sekepanjang 2, Cikutra, Bandung, Sabtu (21/12/2019) cukup istimewa. Sejak pukul 7, warga yang terdiri dari anak-anak hingga remaja dan kalangan orang tua duduk bersama di depan sebuah layar tancap yang digelar di salah satu rumah.

Sebanyak lima film pendek kreasi warga dan komunitas di Bandung diputar kala itu. Pameran film yang dinamai "Simkuring" alias Sinema Kuriling tersebut merupakan inisiasi perdana BFC untuk memutar film-film lokal di sejumlah kelurahan di wilayah Kota Bandung, bekerjasama dengan Karang Taruna setempat. 

Tujuannya adalah membangun ekosistem perfilman di kota Bandung. Selain itu, juga meningkatkan literasi masyarakat Bandung terhadap film lokal serta memberikan kesempatan pada sineas muda untuk menampilkan karya mereka di hadapan khalayak.

"Kelurahan dipilih untuk dapat mendekatkan aktivitas film kepada warga agar lebih inklusif," ungkap Ketua Bidang Edukasi, Literasi dan Pelatihan BFC, Abdallah Gifar Abisena.

Dirinya menyebutkan, RW 11 Kelurahan Cikutra, khususnya Jalan Sekepanjang salah satunya dipilih untuk menjadi tempat pelaksanaan Simkuring perdana karena kawasan ini telah memiliki komunitas film aktif hasil inisiasi warga, Sekewood yang juga kerap melakukan produksi hingga pemutaran film.

"Aktivitas masyarakat ini bisa ditularkan ke kelurahan-kelurahan lain, bekerjasama dengan karang taruna," ungkapnya.

Adapun kelima film pendek yang diputar di Simkuring edisi perdana ini meliputi film persembahan dari Sekewood berjudul "Mimosa Piduca", serta empat film lainnya berjudul "Sahrung", "A Vague World", "Punbapa", dan "Saciduh Metu". Keempat film lainnya merupakan hasil produksi sejumlah komunitas film beberapa kampus di Kota Bandung. 

"Film-film yang diputar di Simkuring dipilih yang memang dengan kehidupan masyarakat. Tidak harus selalu hasil produksi anak muda, yang penting muatannya ringan dan cukup mudah dicerna," ungkap Re Fakhri, kurator film Simkuring.

Selain itu, film yang dipilih pun memiliki benang merah tema yang menghibur dan kaya makna dengan mengangkat cerita seputar keluarga, edukasi, nasionalisme dan budaya.

Rencananya, Simkuring akan dilaksanakan secara rutin satu bulan sekali dan berpindah tempat dari satu kelurahan ke kelurahan lainnya dengan memanfaatkan  mobil biolink milik Pusbang Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam pelaksanaannya, Simkuring akan bekerjasama dengan Karang Taruna setempat dan  Universitas Telkom ( UKM Avi Pictures).

Editor: Andres Fatubun
dewanpers